Wednesday, 8 June 2016

Kong Hu Cu – Kongfusianisme – Pendukung dan Pengeritik Zaman Pra-Dinasti Qin 551 – 221 SM
Jilid I

( 6 )

Karakter Potret Kong Hu Cu yang termula
(http://www.shobserver.com/news/detail?id=7798)


Perasaan Kedukaan dan Kejenakaan Kong Hu Cu

Berdasarkan catatan dan kisah kehidupan yang tercatat dalam sejarah, Kong Hu Cu adalah sosok orang yang sangat mematuhi Tata-Krama dan Etika serta sangat santun. Selama hidupnya selalu mempertahankan dan melaksanakan dengan konsekuen Li 礼atau tata krama/etika dan kesantunan. 

Tiga konsep utama Li 礼dalam kehidupan Konfusianis, pertama, Upacara sakral kepada Leluhur. Kedua, Institusi Sosial dan Politik. Ketiga, Etika dalam kehidupan sehari-hari. Kong Hu Cu dalam kehidupannya selalu dengan konsekuen mematuhi Tata-krama dan Etika tersebut. Bagaimanakah sosok utuh Konghuchu yang sebenarnya?

Kong Hu Cu pada usia 68 tahun kembali lagi ke Negara Lu, Zi Gong dan Ran You berperan sangat penting atas kembalinya beliau ke negara asalnya. Suatu ketika Ran You dipanggil untuk menjadi abdi negara di Negeri Lu, saat berangkat Zi Gong menyampaikan pesan kepada Ran You, bahwa guru kita ingin kembali pulang ke negerinya dan menjadi abdi negara dinegeri asalnya, minta dia untuk mengaturnya.

Kebetulan penguasa Negera Lu, meminta Kong Hu Cu untuk kembali ke negerinya, tapi dengan maksud tidak untuk mempekerjakan Kong Hu Cu menjadi pejabat di negaranya. Mereka hanya menginginkan murid-murid Kong Hu Cu saja yang bekerja untuk mereka, maka sekembalinya di negeri asalnya Kong Hu Cu tidak menjadi abdi negara, melainkan hanya mengajar dan menulis buku ditempat tinggalnya Qu Fu (曲阜), yang juga menjadi sekolahannya. Kini tempat ini menjadi museum Kong Hu Cu, juga makam beliau berada ditempat ini.

Saat Kong Hu Cu berumur 69 tahun, yaitu dua tahun setelah kembali ke negeranya, anak tunggalnya Kong Li meninggal dunia, saat itu Kong Li berumur 50 tahun, saat itu Kong Hu Cu sudah berumur 71 tahun. Kemudian murid kesayangannya Yuan Hui juga meninggal dunia, saat meninggal Yuan Hui berumur 40 tahun, dan saat Kong Hu Cu berumur 72 tahun, lagi-lagi murid kesayangannya yang tadinya paling sering dimarahi Zi Lu tewas dengan gagah berani dalam pertempuran. Setahun kemudian Kong Hu Cu  sendiri juga meninggalkan dunia, saat itu beliau umur 73 tahun.

Sebelum meninggal rupanya beliau sudah mempunyai firasat, suatu hari dengan tiba-tiba beliau berkata kepada Zi Gong : “Saya tidak ingin bicara lagi....(予欲无言yu yu wu yan)”.            Zi Gong mendengar ini sangat terkejut dan berkata: “Guru tidak mau bicara, murid-murid lalu bagaimana?”. 
Kong Hu Cu berujar: “ Langit sudah bicara. Musim Semi, Panas, Gugur, dan Dingin juga terus berjalan, semua mahluk dan tumbuhan terus bertumbuh, Ya,  itulah langit sudah bicara....”  (天何言哉  四时行焉  万物生焉   天何言哉tian he yan zai, si shi hang yan, wan wu sheng yan, tian he yan zai)”.
Zi Gong berkata: “Tapi semua mahluk dan tumbuhan juga tetap tumbuh...”

Tepatnya kapan dan apa artinya Kong Hu Cu mengatakan kalimat ini, tidak tahu. Tapi ada dua perkataan beliau yang dapat ditafsirkan artinya oleh cendikiawan, yang di kemukakan tidak lama ketika menjelang beliau wafat.   “Ya... hingga kini saya sudah lemah, tapi saya belum juga bermimpi bertemu Zhou Gong(周公”  甚矣  吾衰也  久矣  吾不复梦见周公 《论语  述而》shen yi, wu shuai ye, jiu yi, wu bu fu meng jian zhou gong).    
“Burung Hong belum juga muncul, sungaipun tidak menunjukan gambar indah, sudah lama saya memdambakannya......”   (凤鸟不至  河不出图  吾已矣 《论语  子罕》feng niao bu zhi, he bu chu tu, wu yi ye ).   

Dua kalimat ini mempunyai makna. Zhou Gong adalah Tokoh Suci idola Kong Hu Cu,  karena Kong Hu Cu selama hidupnya ingin memulihkan sistim tata-krama dan kebudayaan yang telah diciptakan oleh Zhou Gong. Dimana sistim ini telah berhasil menciptakan masyarakat yang santun, hiarki kemasyarakatan teratur dan damai pada zamannya. Namun hal ini masih juga belum terwujud, hingga burung hongpun juga tidak keluar, dan sungaipun tidak menunjuk gambar-gambar yang menandakan kedamaian. Berarti keadaan tidak aman dan kacau.....( seperti dipecaya oleh orang Tionghoa, burung hong, gambar-gambar indah pada riak-riak sungai hanya akan mucul, jika dunia dalam keadaan damai dan tentram..... )    

Itulah yang menjadi idaman Kong Hu Cu, sehingga beliau sering bermimpin bertemu Zhou Gong tokoh idolanya, namun saat menjelang ajal beliau tidak bermimpi bertemu tokoh ini lagi...... Inilah yang membuatnya gundah....... selama hidupnya walaupun keadaan yang di-idamkan seperti zamannya Zhou Gong belum terwujud, tapi dalam mimpi beliau masih bisa merasakannya..... namun saat menjelang ajal, mimpi ini tidak pernah muncul lagi...... sehingga beliau menjadi sangat sedih sekali....... dan merasa sebatang kara....... ditambah dengan kabar Zi Lu tewas, ini menambah kepedihan hatinya .......

Pernah suatu kali, Kong Hu Cu sakit keras, Zi Lu melihat ini menjadi panik dan mulai membentuk pantia berkabung untuk sang guru terdiri dari para murid Kong Hu Cu.  (子疾病    子路使门为臣《论语  子罕》zi ji bing : zi lu shi men wei chen).   Tapi akhirnya Kong Hu Cu sembuh dari sakitnya, mendengar berita Zi Lu membentuk pantia berkabung, Kong Hu Cu marah sekali, dan merahi Zi Lu, beliau berkata : “Zi Lu ini, selalu bikin kacau saja, membuat muslihat untuk menipu orang saja, benar-benar menipu orang. Dia ini mau menggunakan saya untuk menyandera dan  untuk menipu orang, saya ini menipu siapa. Apa saya ini menipu Tian ?” (久矣哉   由之行诈也   无臣而为有臣   吾谁欺   欺天乎《论语  子罕》jiu yi zai, you zhi xin zha ye, wu chen er wei you chen, wu shui qi, qi tian hu).

Perkataan ini membuat kita tidak mengerti, memang kenyataannya Kong Hu Cu walau sakit keras tapi tidak sampai meninggal. Mengapa Zi Lu membentuk ‘Panitia Berkabung”, beliau ini masih belum mau meninggal, Zi Lu dinilai bekerjanya terlalu sembrono (terburu-buru) tidak berpikir jauh.

Mengapa harus demikian? Perkataan ini dikeluarkan Kong Hu Cu karena marah. Menurut tata-krama Li pada masa itu, “Panitia Berkabung” biasanya dibentuk sebelum yang bersangkutan meninggal, tidak seperti sekarang dibentuk setelah yang bersangkut sudah meninggal. Dan “ Panitia Berkabung” hanya boleh dibentuk untuk kematian Raja (天子tianzi) dan Bangsawan Penguasa Daerah(诸侯zhuhou). 

Adat dan sistim kemasyarakatan saat itu, jika Raja atau Bangsawan Penguasa daerah terlihat akan meninggal, maka segera di bentuk “Panitia Berkabung”. Ada yang menyiapkan pakaian kebesaran untuk kematian, pakai-pakaian berkabung untuk para kerabat.

Kemudian semua kerabat dekat dipanggil untuk mengelilingi si sakit, dimana si sakit berbaring ditengah. Terus menunggui perkembangan si sakit, sambil menyaksikan yang bersangkutan hingga mengebuskan nafas terakhir.

Tepi sampai zaman “Peperangan Musin Semi & Gugur” peraturan ini telah banyak dilanggar oleh para pengede saat itu. Banyak pejabat yang tidak selayaknya melakukan hal ini menurut sistim kemasyarakat (Li), ketika mejelang kematiannya juga membentuk “Panitia Berkabung” layaknya seperti seorang raja dan bangsawan gede saja. 

Dan Zi Lu telah melanggar aturan Li ini, karena ‘Panitia Berkabung” seharusnya tidak diperkenan dibentuk untuk seorang Kong Hu Cu.  Beliau merasa tidak patut dirinya diperlaku demikian saat wafat. Ini melanggar tata cara dan sistim yang ada.  

Tapi Zi Lu berpikiran lain karena bagaimanapun gurunya juga pernah menjabat sebagai “Perdana Menteri” Negara Lu dan juga pernah menjadi Pejabat Kepala Keamanan, jadi patut mendapatkan kehormatan demikian. Zi Lu berpikir mengapa guruku tidak berkenan untuk menikmati upacara demikian pada hari akhirnya, maka dia juga ingin berbakti pada gurunya, maka dibentuklah paintia tersebut.

Maksud Zi Lu sebenarnya adalah baik hati, hanya kurang berpikir panjang. Tapi lain lagi dengan cara berpikir Kong Hu Cu, karena beliau selama hidupnya selalu ingin mempertahan tantanan dan sistim kemasyarakatan yang sudah berlaku, beliau tidak hendak melanggarnya. Beliau selalu mempertahankan Li礼 (Sistim kehormatan & Tata Krama Kemasyarakatan kreasi Zhou Gong cs) yaitu Zhou Li 周礼. ( Pada zaman Zhou masyarakatnya damai sejahtera, sistim masyarakat teratur dan tata krama juga baik, namun sejak zaman “Peperang Musim Semi dan Gugur” tata krama sudah kacau, semua peraturan yang telah tertata rapih telah banyak dilanggar dan dunia jadi kacau balau).

Setiap tindak tanduk Kong Hu Cu, selama hidupnya selalu berusaha untuk tidak melanggar sedikitpun aturan-aturan ini. Menurut pengamatan Kong Hu Cu,  saat itu telah menjadi trend para pejabat bawahan juga melakukan upacara-upacara yang selayaknya untuk para raja dan bangsawan. Ini jelas melanggar tantanan peraturan yang berlaku, itulah yang dianggap membuat kekacauan.

Menurut keyakinannya jika dari mula semua masyarakat mematuhinya, maka kekacauan yang terjadi ini bisa dihindari.  Itulah membuat Kong Hu Cu marah atas gagasan Zi Lu untuk membentuk “Patia Berkabung”, karena beliau yang mengajarkan untuk mematuhi Li, sedang sekarang dirinya melanggarnya.

Tapi kini melalui keceborohan muridnya Zi Lu hendak dilanggar. Jadi ini penyebabkan mengapa beliau marah besar terhadap Zi Lu. Kong Hu Cu berujar : “Saya tidak sudi mati didepan “Panitia Berkabung” yang kalian(murid-murid) bentuk, tapi melanggar aturan dan tata-krama ini. Saya lebih suka meninggal dikelilingi para murid saya, meskipun kematian saya dalam keadaan sepi disamping murid-muridku, yang jelas saya yakin saya tidak akan mati dipinggir jalan...dan dibiarkan begitu saja......”  且予   与其死于臣之手也   无宁   死于二三子之手乎  且于纵不得大葬   予死于道路乎《论语  子罕》( qie yu , yu qi si yu chen zhi shou ye, wu ning, si yu er san zi shou hu, qie yu zhong bu de da zhang, yu si yu dao lu hu).

Dari sini kita dapat melihat kesahajaan Kong Hu Cu, dimana beliau sangat sadar akan status sosial dirinya dalam masyarakat yaitu hanya Seorang Pendidik (教书匠jiao shu jiang). Saya tidak memerlukan dan ingin menikmati segala hak yang dimiliki para pejabat dalam upacara tersebut. Inilah Aku Seorang Pendidik, Aku sudi kematianku dikelilingi para muridku.......... Inilah sikap Agung dari seorang Kong Hu Cu.  Sikap dan kepribadian ini yang telah dihormati dan dikagumi semua orang sepanjang masa.........

Dari cerita diatas kita dapat melihat sisi lain dari Kong Hu Cu, yaitu seorang perasa. Beliau berani Marah ; bisa  memarahi orang ; berani mengemukakan pendapatnya, tidak memedam persaaannya, terus terang. (孔子是性情中人kong zi shi xing qing zhong ren = Konghuchu seorang berkarakter).  

Jika kita membaca Analek, seolah-olah semua perkataan Kong Hu Cu adalah ajaran dan gagasan-gagasan, sebenarnya bukanlah demikian. Analek adalah koleksi pembicaraan Kong Hu Cu dengan muridnya, setelah mengalami seleksi dan kajian bertahun-tahun, dan akhirnya diambil semua yang paling sesuai, paling berfilosofi, dikelompokan, kemudian dibukukan. Jadi terlihat sepertinya semua perkataan Kong Hu Cu seolah-olah ber-filosofi.

Sesungguhnya Kong Hu Cu sama dengan kita-kita ini, berdarah daging sama, mempunyai perasaan, kadang berbuat benar dan kadangkala juga bisa salah. Beliau adalah orang biasa, beliau juga seorang yang memiliki rasa senang dan sedih, bisa juga menangis.

Saat Yuan Hui meninggal diumur 40 tahun, dan beliau saat itu sudah berumur lebih dari 70 tahun, saat melayat terlihat sangat sedih sekali, dimana seorang yang sudah tua harus melayat seorang muda, muridnya yang meninggal muda (sehingga timbul perkataan : si rambut putih melayat si rambut hitam白发人送黑发人bai fa ren song hei fa ren ).  

Saat itu beliau menghela nafas panjang sambil berkata : “Rupanya Tian juga akan minta nyawaku.... 噫  天丧予  天丧予yi tian sang yu tian sang yu..” Murid disampingnya kaget dan berkata “Guru, Anda sungguh-sunguh sedang sedih...sudahlah.....” Kong Hu Cu sambil menangis terseduh-seduh berkata: “ya saya sunguh-sungguh sedih.... jika saya tidak sedih demi orang ini... kepada siapa lagi saya harus bersedih.....”.    Coba bayangkan setahun kemudian lagi-lagi murid kesayangannya yang gagah berani juga tewas dalam pertempuran, sekali lagi beliau sedih sedih sekali...... menangis sambil beseru terseduh-seduh : “Haiya.... benar-benar Tian akan memutuskan pertaliannya dengan saya (噫  天诛与 yi tian zhu yu)” terlihat disini bahwa Kong Hu Cu juga bisa manangis. 

Kong Hu Cu juga bisa marah-marah, pernah suatu ketika beliau marah besar saat melihat salah satu muridnya tertidur di siang hari, disaat jam pelajaran. Murid ini bernama Zai Yu宰予nama kecil Zi Wo 子我, dipanggil Zai Wo宰我. Dalam Analek muncul 5 kali, 4 kali dipanggil Zai Wo, hanya saat dimarahi besar disebut Zai Yu.  Saat dia tertidur di siang hari bolong.  Kong Hu Cu memarahi dia : “Kayu yang busuk tidak dapat diukir, tembok yang terbuat dari sampah tidak akan dapat diplester untuk dilicinkan, saya tidak tahu lagi harus memarahi dia dengan bagaimana ...” ( Ini mempunyai arti Zai Yu benar-benar sudah tidak bisa diperbaiki...sehingga dia diumpamakan seperti sampah ...... dengan kata apa baiknya memarahi dia ini )  ( 朽木不可雕也   粪土之墙不可朽也  于予与何诛 《论语  公冶长》xiu mu bu ke diao ye, fen tu zhi qiang bu ke xiu ye, yu yu yu he zhu).    

Rupanya Zai Yu ini telah beberapa kali melanggar displin belajar, sehingga ditegur begitu keras oleh sang guru, tapi rupanya setelah ditegur seperti ini, dia menjadi berubah menjadi baik. Dia berjanji tidak akan berbuat serupa lagi. Ini dapat dilihat dari kalimat dalam Analek yang berikut: Kong Hu Cu pernah berkata : “Dulu saya pernah berkata kepada seseorang: Saya percaya kepada seorang yang berani berkata dan dapat melaksanakannya... Tapi saya sekarang setelah mendengar dia berkata, saya akan melihat bagaimana dia melaksanakan kata-katanya (janjinya)”  (始吾于人也   听其言而信其行 。 今吾于人也    听其言而观其行 《论语  公冶长》  shi wu yu ren ye , ting qi yan er xin qi xing .   jin wu yu ren ye   ting qi yan er guan qi xing )

Zai Yu walaupun telah ditegur demikian kerasnya, ternyata dia adalah murid yang baik.  Setelah Kong Hu Cu meninggal, Zi Gong mengadakan “Gerakan Pe-Nabi-an Kong Hu Cu” yang pertama tampil mendukung gerakan ini adalah Zai Yu.

Seperti yang pernah di disebutkan Menzi mengatakan : “Zai Yu mengatakan bahwa Kong Hu Cu, guru kita lebih agung dari Raja Yao & Shun尧舜” ( Yao & Shun adalah kaisar pertama di Tiongkok, yang dipercaya sangat agung dan banyak berbakti pada rakyatnya).

Kita bisa melihat seorang murid yang telah dimarahi sangat keras oleh gurunya, tapi tetap dapat melihat keagungan sang guru. Ini tidak lain berkat didikannya dapat menyadarkan kesalahan dirinya, sehingga dia berubah menjadi anak baik dan sadar diri. Ini benar-benar luar biasa jasa dari sang pendidik. Inilah sekelumit cerita dari seorang Kong Hu Cu yang berperan sebagai “Guru Besar” “Jagoan Pendidik...”. 

Ini semua tidak terlepas dari sifat-sifat Kong Hu Cu yang luhur seperti misalnya: Pribadi luhur, sabar, rendah hati, berintelektual tinggi, luas pengetahuannya, supel, sopan dan santun, pencipta budaya santun, sangat sabar dalam mendidik orang, sifat optimis dan selalu riang, pendek kata sangat banyak lagi hal positif yang ada padanya, yang membuat semua orang menghormati beliau.

Kong Hu Cu memiliki pribadi yang berwibawa, daya tarik yang luar biasa atau kharismatik, seorang yang sangat jujur dan lurus, berusaha tidak mau meremehkan siapapun.  Pernah Zi Gong bertanya kepada Kong Hu Cu : “Bagaimanakah seorang bisa dikatakan sebagai  Shi士? 子贡问曰   何如斯可为之士矣   《论语  子路》(zi gong wen yue,  he ru si ke wei zhi shi yi). 

Pada masa itu Shi 士dan Jun Zi 君子adalah status sosial, yang mempunyai dua makna.  Shi士 bisa bermakna sebagai Status sosial  dan kejiwaan atau kebesaran jiwa dan tabiat. Sedang Jun Zi 君子bermakna pertama sebagai Status sosial yaitu bangsawan. Kedua, Sifat dan karakter atau pribadi yang sepandan dengan bangsawan yaitu sopan, anggun, dan bersifat luhur.

Shi juga demikian dikehendaki bersifat seperti Jun Zi.  Jadi pertanyaan Zi Gong mempunyai arti, orang yang bagaimanakah yang sesuai untuk dikatakan seorang Shi. Kong Hu Cu menjawab: “Mencintai diri dan sayang akan dirinya sendiri, ditugaskan  kemana saja tidak dicemoohkan atau dihina orang, tidak memalukan yang memberi tugas, selalu dihormati orang. Inilah yang dapat dikatakan Shi. (爱惜自己的羽毛, 出使四方  不辱使命  , 不辱君命 ai xi zi ji de yu mao, chu shi si fang  bu ru shi ming, bu ru jun ming).

Zi Gong bertanya lagi : “Apakah ada standard yang sedikit lebih rendah dari ini?”   Kong Hu Cu menjawab lagi : “Ada.  Jika dalam kelompok hidupnya, semua mengatakan bahwa yang bersangkutan sangat Xiao孝 “ Cinta/Bakti terhadap orang tua” , di kampungnya semua orang mengatakan yang besangkutan sangat menghormati orang yang lebih tua, juga boleh dikatakan Shi tingkat dua...”.   

Zi Gong tanya lagi : “Apakah ada standard yang lebih rendah dari ini?”.    Kong Hu Cu menjawab lagi : “Yang lebih rendah dari ini adalah “orang kecil”, orang yang pembicaraannya dapat dipercaya, dan perbuatannya sesuai dengan tutur katanya. Ini adalah Shi tingkat tiga.” (言必信  行必果了(yan bi xin , xing bi guo le). ( bisa dilihat jika menurut standar kita sekarang orang  yang demikian sudah menjadi orang budiman, bukan orang kecil lagi. Tapi menurut standard Kong Hu Cu orang demikian sudah dikategorikan tingkat ketiga).  

Lalu Zi Gong bertanya lagi : “ Bagaimana dengan pejabat sekarang yang sedang berkuasa? Menurut guru bagaimana?” Kong Hu Cu menjawab : “Yi yaaa, mereka itu tidak masuk dalam hitungan atau tidak ada apa-apa(nya)....(噫,斗筲之人  何足算也《论语  子路》yi... dou shao zhi ren, he zu suan ye)”

Memang Kong Hu Cu jika sudah tidak senang kepada seseorang, beliau tidak mau berhubungan dengan yang bersangkutan.  Pernah suatu kali ada seorang akan menemui beliau, tapi beliau tidak mau menemuinya. Si tamu ini bertanya kepada penjaga rumah, penjaga rumah ini masuk kedalam kamarnya memberitahu ada tamu ingin bertemu. Beliau menyuruh penjaga rumah mengatakan bahwa beliau sedang tidak enak badan (sakit), lalu penjaga rumah ini keluar memberi tahu si tamu. Tapi ketika tamu ini baru keluar dari pintu, Kong Hu Cu menurunkan kecapinya, sengaja memainkan dengan keras dan bernyanyi.   (取琴而歌  使之闻之 《论语  阳货》qu qin er ge , shi zhi wen zhi). 

Rupanya beliau dengan sengaja biar si tamu mendengar, yang bermakna bahwa saya tidak sakit, saya hanya tidak mau bertemu denganmu. (memang Kong Hu Cu juga pandai bernyanyi, dan gemar menyanyi..) dalam Analek ada dicatat: (与人歌而善  必使反之  而后和之  《论语  述而》yu ren ge er shan, bi shi fan zhi, er hou he zhi).

Kong Hu Cu menyanyi bersama-sama dan merasa sangat gembira, pandai membuat koor dalam mengiringi orang lain bernyanyi, serta pandai berimprovisasi, sehingga bisa menambah suasana lebih semarak dan suasana jadi lebih bergembira...sering kali orang memintanya menyanyi lagi setelah mendengar beliau menyanyi.....

Kong Hu Cu memang cukup jenaka, suka bercanda.  Ada salah satu murid yang bernama Yan Yan言偃 bernama kecil Zi You子游 , dia juga menjadi pejabat penguasa dikota kecil Wu Cheng ( 武城宰) dekat Ibu kota Lu, dan dekat kota tempat tinggal Kong Hu Cu,  Qu Fu (曲阜).

Suatu kali murid ini mengundang Kong Hu Cu untuk berkunjung ke Kotanya. Ketika baru masuk dalam kota Wu, terdengarlah paduan musik, dalam sekolahan terdengar musik mengalun dan murid-murid sedang membaca ‘Kitab Puisi-Bagian Li-Yue’ bersama-sama (Shi Shu Li Yue 诗书礼乐).

Mendengar ini Kong Hu Cu tertawa, sambil berkata : “Kota Wu , adalah terbaik, sekarang sudah seperti desa kita...sudah bisa mengajar budaya tata-krama dan musik. ( Li Yue礼乐), tapi sambutan ini  bagaikan menyembelih ayam dengan pisau pemotong sapi.....夫子莞而笑曰   割鸡焉用牛刀《论语 阳货》(fu zi wan er xiao yue, ge ji yan yong niu dao)”. 

Yan Yan mendengar ini menganggapnya serius, sambil menunduk-nunduk hormat mohon petunjuk kepada gurunya. Dia mengira telah perbuat salah. Lalu bertanya : “Murid, mendengar guru mengajarkan kepada kita, orang bijak setelah belajar Dao(kebenaran) akan menjadi bajik dan menjadi orang yang berperasaan cinta kepada sesama, orang kecil setelah belajar Dao/Tao akan mudah diatur, apakah benar ini yang diajarkan oleh guru.(君子学道则爱人    小人学道则易使 《论语  阳货》(jun zi xue dao ze ai ren, xiao ren xue dao ze yi shi)”.

Kong Hu Cu menjawab : “Ya. Ya memang ini yang diajarkan guru.” .   
Yan Yan berkata: “Dan kini kita telah pratekkannya, seharusnya kita tidak ditertawai...”.   
Kong Hu Cu berkata : “Ya ya benar benar.... tapi kini saya hanya bercanda saja..... Yan Yan berkata benar, berkata benar.”  
Rupanya Kong Hu Cu hanya bercanda, tapi dapat kita bayangkan situasi pada saat itu, dikira sedang serius, tapi ternyata hanya guyonan saja.....

Dari sekelumit cerita diatas dapat dilihat, Kong Hu Cu tidak saja sangat terpelajar, tapi juga memiliki karakter, layaknya seperti orang biasa yang bisa bercanda, senang bermusik dan menyanyi. Namun saat jengkel juga bisa marah-marah, dan bisa membenci orang, tapi tidak bersikap pura-pura.

Dari gambaran diatas dapat disimpulkan, Kong Hu Cu ini sebenarnya orang yang bagaimana?  Cendikiawan menyimpulkan beliau sebagai tokoh sebagai berikut.
Pertama. Pencipta Besar Kebudayaan (文化巨人wen hua ji ren) ;
Kedua. Pejabat Yang Kecewa (失意官员shi yi guan yuan);
Ketiga. Guru Tauladan (摸范教师mo fan jiao shi);
Ke-empat.Seorang yang berkarakter (信情中人 xin qing zhong ren).
Kelima. Seorang tua yang kesepian (孤独 长者gu du chang zhe).

Pencipta Kebudayaan

Dikatakan Pencipta Besar Kebudayaan, karena beliau telah meneruskan dan memperbaiki, kebudayaan luhur dari Zhou Barat yang pada saat itu merupakan peradaban yang luhur, dimana sistim tata krama dianggap telah maju.

Tapi saat itu Kong Hu Cu hanya mengatakan bahwa beliau hanya coba meneruskan dan menyiarkan kebudayaan ini kepada masyarakat pada masa itu. Beliau menyatakan dirinya tidak menciptakan kebudayaan tersebut (述而不作shu er bu zuo). Karena tokoh terdahulu telah menciptakannya, dan sudah sangat sempurna.

Beliau menganggap jika berhasil menurunkan dan menyiarkan kebudayaan ini, dianggap sudah melaksanakan tugasnya. Tapi dalam perjalanan menyiarkan dan meneruskan kebudayaan ini, sebenarnya beliau juga telah mencipta.

Melalui seleksi dan melakukan penjelasan atas kebudayaan kuno ini, dengan sendirinya mengemukakan pandangan-pandangannya, dan bahkan kemudian telah mempengaruhi dunia hingga kini. 

Maka ada yang mengatakan janganlah meremehkan penerus dan penyiar kebudayaan, mereka diharuskan mengadakan penyesuaian-penysuaian agar sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Maka demikian mengapa Kong Hu Cu dinobatkan sebagai seorang Pencipta Besar Kebudayaan.

Dikatakan Pajabat Yang Kecewa, seperti yang telah dicerita di tulisan lalu, Kong Hu Cu memang berkeinginan menjadi abdi negera dan pejabat, tapi kenyataannya mengalami kekecewaan-kekecewaan. Meskipun belaiu ingin melaksanakan gagasan-gagasan politiknya,  tapi situasi saat itu tidak mendukung, karena situasi kala itu telah sangat berubah.

Tapi beliau masih tetap mencoba untuk mengajarkan ajaran kunonya, maka dengan sendirinya tidak dapat diterima oleh masyarakat saat itu, karena dianggap sudah kuno, maka tidak heran kemana saja beliau pergi mengalami kekecewaan. (知其不可而为之zhi qi bu ke er wei zhi)

Dikatakan sebagai Guru Tauladan, seperti yang telah diceritakan juga dimuka, bahwa Kong Hu Cu coba menjadi abdi negara untuk melaksanakan gagasan politiknya, tapi jika tidak berhasil maka dicoba mempengaruhi politik kepada para penguasa dengan mengembara ke-negara-negara, jika ini juga tidak berhasil, maka beliau tetap tidak berhenti mencoba, tapi dengan mendidik murid-muridnya untuk menjadi abdi negara, melalui murid-muridnya ini didorong untuk melaksanakan gagasan-gagasan politiknya. 

Dengan renacana yang terakhir ini, ternyata beliau berhasil. Setelah Kong Hu Cu meninggal banyak murid-muridnya menjadi pejabat negara, dan itulah penyebab penting mengapa Kong Hu Cu bisa diproklamirkan sebagai Nabi.  Para murid-murid ini menyebar ke negara-negara lain, menjadi pejabat di negara tersebut, tidak heran jika para murid-murid ini akan mempromosikan keagungan gurunya----Kong Hu Cu.

Maka ada cendikiawan yang mengatakan, “Murid mengadalkan guru untuk menjadi terkenal, guru mengadalkan murid untuk jadi dikenal.”  Namun kebanyakan Guru mengadalkan Murid-muridnya untuk menjadi terkenal. Jika seorang guru berhasil mendidik murid menjadi berhasil, ini benar-benar suatu rezeki.  Yang lebih penting lagi, Kong Hu Cu telah memberi jalan kepada para terpelajar pada masa itu, suatu jalan keluar untuk hidupnya, yaitu menjadi Abdi Negera /Pejabat. Sehingga pada masa setelah itu para terpelajar semua menuju ke jalan ini.   

Sepanjang sejarah di Tiongkok para terpelajar telah dibuka jalan keluar untuk pekerjaannya yaitu menjadi pejabat. Maka para terpelajar yang berhasil menjadi pejabat ini tidak heran jika menjadikan Kong Hu Cu sebagai Nabi.

Kong Hu Cu sebagai orang yang berkarakter, telah diceritakan dimuka bahwa beliau bisa marah, memarahi orang, sedih, bercanda dan lain-lain.  Sebagai orang tua yang kesepian: telah diceritakan juga, pada masa tuanya belaiu telah ditinggal oleh serangkaian murid-murid kesayangannya yang meninggal lebih dulu, bahkan oleh putranya sendiri yang mati muda.

Sepeninggalnya Kong Hu Cu, Konfusianisme dan Ajaran Kong Hu Cu mau tidak mau menjadi tantangan bagi para Pemikir atau Filosof pada zaman itu. Para pemikir pedatang baru harus berusaha lebih unggul dari pemikiran dan ajaran Konfusianisme. Ini yang membuat kebudayaan Tiongkok menjadi lebih semarak dan maju. 

Selama kurun waktu 300 tahunan setelah Kong Hu Cu meninggal, di Tiongkok telah terjadi polimik antar para pemikir. Hal ini membuat kebudayaan Tiongkok menjadi lebih hidup, berbagai pandangan dan gagasan cemerlang bermunculan. Misalnya Mo Ti 墨子, Menzi 孟子, Xun Zi 旬子, Zuang Zi 庄子, Han Fei Zi 韩非子dan lain-lain, masing-masing mengemukan pemikirannya yang luar biasa, semua menyumbangkan pimikirannya untuk peradaban manusia untuk masa-masa yang akan datang demi perbaikan masyarakat yang aman dan santosa.
( Jilid I ....Habis )

Daftar  Perpustakaan
-          先秦诸子百家争鸣:  易中天 CCTV
-          经典阅读文库 ---- 论语       李薇/主编
-          经典阅读文库 ---- 道德经       李薇/主编
-          中国古典名著精品 ---- 菜根谭      洪应明   著
-          Internet : http://friesian.com/confuci.htm  : Confucius
-          孔子  -----   維基百科,自由的百科全書 Internet
-          网址:http://www.popyard.org
-          中国人生叢书    -----   墨子的人生哲学        杨帆/主编    陈伟/著
-          Internet : http://baike.baidu.com
-          The Sayings of Mensius / 英译孟子      史俊赵校编
-          南华经    庄子   周苏平    高彦平   注译    安徽人民出版社
-          庄子   逍遥的自由人     林川耀 译编  出版者 :常春树书坊
-          http://www.sxgov.cn/bwzt/wmsxx2/lf/447465_1.shtml   春秋五霸之---晋文公
-          “When China Rules The World -  The rise of middle kingdom and the end of the western world”  by Martin Jacques ALLEN LANE an imprint of Penguin Book, First Published 2009

Tulisan  berikut : Jilid II  tentang Filsuf / Pemikir pertama Tiongkok yang mengeritik Kongfusianisme.



Kong Hu Cu – Kongfusianisme – Pendukung dan Pengeritik Zaman Pra-Dinasti Qin 551 – 221 SM
Jilid I

( 5 )

Kong Hu Cu & Para Murid

Siapa-siapa Saja Dari Murid Kong Hu Cu Yang Menonjol dan Cemerlang ?


Seperti telah disebutkan di tulisan terdahulu, menurut catatan sejarah (史记 孔子世家shi ji kong zi shi jia) murid Kong Hu Cu berkisar 3000 orang, yang menonjol dan cemerlang ada 72 orang. Jika ditilik dengan keadaan zaman sekarangpun angka tersebut akan tetap merupakan suatu prestasi yang luar biasa.   Namun diantara banyak murid-murid ini, Kong Hu Cu senang kepada murid yang bagaimana? Demikian pula bagaimana hubungan antar guru dan murid serta antar murid dengan murid? Dari cerita yang akan ditulis dibawah ini dapat menimbulkan kesan yang bagaimana kepada kita?   Di muka yang lalu telah diceritakan tentang diskusi Kong Hu Cu dengan 4 orang murid yang sedianya akan lulus, yaitu Zi Lu子路, Zheng Zhe曾哲, Ran You冉有, Gong Xi Hua公西华tentang kerja apa saja yang akan mereka lakukan setelah lulus sekolah.

Disini akan dibahas tentang murid termuda Gong Xi Hua公西华 dengan nama kehormatan Chi 赤 dulu. Ia bercita-cita menjadi ketua upacara persebahan, dia juga seorang yang pandai dan cermerlang. Kenyataannya setelah lulus dia menjadi diplomat luar negeri Lu, dan diutus untuk menjadi duta besar di negara Qi 齐. Ketika itu, Ran You memohon sejumlah kecil beras kepada gurunya, dengan tujuan untuk diberikan kepada Ibunya Gongxihua. Memang saat itu Ran You dalam perguruan Kong Hu Cu ditunjuk sebagai pengurus komsumsi, jadi bertanggung jawab akan masalah keluarga besar perguruan dan termasuk segenap murid-muridnya. Ran You memang berkemampuan untuk mengurus masalah konsumsi dan kepengurusan harta perguruan.

Ran You adalah seorang ahli dalam pengurusan sandang pangan dan harta.  Zi Gong ahli dalam mencari uang atau pandai berdagang.  Yuan Hui ahli dalam belajar ( gemar belajar ).  Zi Lu pendekar dan ahli perang.

Ran You memang akhirnya bekerja sebagai pengurus/direktur rumah tangga Chi Sun Tafu (季孙氏大夫chi sun tafu). Untuk keperluan ini, Kong Hu Cu memang memberikan sejumlah beras yang diminta Ran You, namun dalam catatan sejarah tidak dijelaskan berapa banyak, hanya disebutkan sebagian kecil yang disebut “yi zhi fu与之釜,”  tapi seberapa banyak yang dikasihkan oleh Ran You kepada Ibu Gongxihua dari gudang perguruan Kong Hu Cu, ternyata segorobak kuda, mengetahui ini Kong Hu Cu merasa tidak senang. Beliau mengatakan : “Saya mendengar  Chi赤(Gongxihua), anak ini mengedarai kereta kuda mewah, berpakaian mewah, terlihat sangat kaya, kenapa beras untuk ibunya harus meminta kepada saya? “ (子曰:赤之适齐也    乘肥马   衣轻裘   吾闻之也   君子周急不继富 《论语  雍也》 Zi yue : chi zhi kuo qi, cheng fei ma, yi qing qiu, wu wen zhi ye, jun zi zhou ji bu ji fu).

Dalam cerita diatas terlihatlah ada perdebatan antara Ran You dan Kong Hu Cu.  Permasalahannya adalah Gongxihua sebagai diplomat negara Lu, harus berpakaian dan berkendaraan mewah, dan dibekali perbekalan cukup. Tapi yang terjadi bahwa Ibunya tidak mempunyai uang atau makanan cukup. Sehingga terlihat sepertinya dia tidak berbakti kepada orang tuanya, tidak mau memberi sedikit perbekalannya untuk ibunya.

Tapi hal yang sebenarnya terjadi adalah permasalahan antara kesayangan kepada orangtua/ibunya, dan kesetiaan kepada negara. Ini adalah suatu masalah yang penting, Gongxihua tidak bisa mengambil perbekalan pemberian negara untuk diberikan kepada ibunya, walaupun ibunya dalam keadaan kekurangan. Jika hal ini dilakukan akan menunjukan ketidak setiaan kepada negara atau dalam istilah sekarang korupsi.

Perbekalan ini bukan diberikan kepada Gongxihua untuk dinikmati sendiri, jika terjadi misalnya diberikan sebagian untuk ibunya, menunjukan dia tidak jujur dan tidak setia kepada negara seperti yang diajarkan oleh gurunya.  

Saudara sepergurunanya melihat keadaan ini sangat perduli sekali dan meminta kepada gurunya( Kong Hu Cu) perbekalan untuk diberikan kepada Ibu Gongxihua......

Dalam cerita diatas ini dapat dilihat beberapa gambaran bahwa Kong Hu Cu berpenghasilan cukup lumayan, dapat menolong kebutuhan muridnya, jadi perguruannya mendapat suatu penghasilan. Murid boleh menjadi pengurus rumah tangganya dalam perguruannya.

Saat Ran You diangkat menjadi pejabat/pengurus rumah tangga  Chi Sun Tafu, maka Kong Hu Cu mengangkat seorang murid lainnya Yuan Xian 原宪untuk tugas tersebut. Yuan Xian berasal dari keluar sangat miskin.

Seperti diketahui Zi Gong adalah murid terkaya, tapi Yuan Xian ini adalah murid yang termiskin. Saat pertama masuk perguruan, Yuan Xian hanya menyerahkan 900 “beras”(tidak diketahui ukuran satuannya), tapi ketika Kong Hu Cu menjadi pejabat, beliau mendapatkan imbalan 60 ribu”beras”. Saat Kong Hu Cu berpenghasilan 60 ribu, beliau memberikan sebagian berasnya kepada orang-orang yang membutuhkan, jadi dalam hal ini bukannya Kong Hu Cu pelit, tapi beliau mempunyai prinsip siapa saja yang boleh dikasih dan berapa banyak, disesuaikan dengan sikon bersangkutan yang patut diberi. Dia tidak menginginkan uang atau sandang pangannya diberikan kepada muridnya dengan sia-sia tanpa pada tempatnya.

Dari peritiwa diatas bisa dilihat hubungan antar guru dan murid, serta antar murid dan murid seperti keluarga. Dimana Kong Hu Cu sebagai Bapak Tua, ada kakak tertua, kakak kedua, adik,  adik terkecil dan seterusnya.... seperti Gongxihua yang lebih muda dari Konghuchu 42 tahun, menjadi adik kecil. Sebagai kepala Rumah Tangga Perguruan, Gongxihua diberi wewenang penuh untuk mengambil keputusannya sendiri. Dan ini diizinkan oleh Kong Hu Cu. Dalam peristiwa ini dimana setelah disetujui untuk memberi beras kepada Ibu Gongxihua, Ran You memutuskan jumlahnya sendiri ( segerobak kuda).

Kemudian marilah dibahas bagaimana Kong Hu Cu memberi penilaian atas Gongxihua, Ran You dan Zi Lu.  Gongxihua menjadi murid Kong Hu Cu, saat beliau dalam masa pengembaraannya, umurnya lebih muda dari Kong Hu Cu 42  tahun, orangnya sangat hormat dan santun, berbakat untuk menjadi diplomat.  Ran You adalah seorang ahli dalam menagement logistik, dia lebih muda dari Kong Hu Cu 29 tahun. Sedang Zi Lu lebih muda dari Kong Hu Cu 9 tahun, merupakan murid Kong Hu Cu angkatan petama, tabiatnya kasar tidak sabaran, paling sering dimarahi.
Suatu ketika ada seorang bernama Ji Zi Ran季子然, dia menanyakan Kong Hu Cu apakah Zi Gong dan Ran You ini seorang Pejabat Tinggi大臣? Kong Hu Cu menjawab bahwa mereka adalah Pejabat Fungsionil具臣 yang berarti Pejabat yang berkemampuan bekerja. Sedang Pejabat Tinggi adalah pejabat yang dapat membantu pimpinan negara dengan jalan kebenaran dan kebajikan serta bermoral. Jika pimpinan negara tidak dapat menerima gagasan dan cara kerja demikian, maka dia harus mengundurkan diri dari jabatannya. Ini mempunyai arti bahwa Ran You dan Zi Lu belum memcapai pada tingkatan demikian. (所谓大臣者  以道事君  不可则止《论语  先进》  suo wei da chen , yi dao shi jun , bu ke ze zhi).  

Menurut penilaian Kong Hu Cu, Ran You dan Zi Lu mempunyai kemampuan bekerja, mempunyai disiplin dan bermoralitas, tapi belum mencapai titik optimum atau tertinggi.   Maka Ji Zi Ran menanyakan lagi: Apakah mereka itu hanya sebagai pengekor dari majikannya saja? Kong Hu Cu tidak menjawab. Tapi jika majikannya seorang lalim dan penipu atau koruptor mereka tidak akan mengabdinya. Jadi kesimpulannya menurut penilaian Kong Hu Cu, Ran You dan Zi Lu masih belum mencapai titik ideal yang tertinggi.

Lalu apakah titik optimum atau ideal tertinggi menurut Kong Hu Cu? Tidak lain adalah Kebajikan atau benevolence (仁(ren).   Ada lagi orang yang menanyakan tentang ketiga tokoh tersebut, dia menanyakan pada Kong Hu Cu “Apakah Zi Lu sudah mencapai titik kebajikan optimum? (子路仁乎zi lu ren hu)”. Kong Hu Cu menjawab: Tidak tahu.  

Lalu orang itu bertanya lagi : “Zi Lu itu orang yang bagaimana?”. Kong Hu Cu menjawab: “Dia itu bisa diberi suatu tugas untuk menyelesaikan urusan negara, dia itu adalah seorang eksekutif negara, yang dapat bekerja baik dalam bidang kemiliteran dan perpajakan.” ( 由也  千乘之国   可使治赋也  《论语 公冶长》you ye, qian chen zhi guo, ke shi zhi fu ye).      Tapi apakah dia itu sudah mencapai titik optimum ---- Ren 仁.  Tidak tahu.

Orang itu lalu bertanya tentang Ran You ( Jiu) bagaimana dengan Ran You? Dijawabnya, Ran You, dia ini bisa datang ke sebuah distrik, atau datang ke dalam wilayah Dafu, untuk menjadi direktur di tempat tersebut. Tapi apakah dia ini sudah mencapai titik optimum kebajikan? Tidak tahu.

Orang ini lagi-lagi menanya, bagaimana dengan Gongxihua? Gongxihua bisa kita suruh dia memakai pakaian kebesaran upacara, memakai topi dan berbincang-bincang dengan para tamu, untuk menjadi ketua panitia penyambutan tamu, tapi apakah dia juga sudah mencapai titik optimum kebajikan? Tidak tahu.

Tapi apa yang maksud dari “Tidak Tahu” disini, bisa berarti tidak mengakui. Tidak mengakui bahwa mereka telah mencapai titik optimum kebajikan. Lalu kita akan bertanya, seperti mereka yang sudah sangat mampu (qualified) saja masih dikatakan belum mencapai titik optimum kebajikan, siapa lagi yang sudah mencapai titik puncak kebajikan? Seperti tiada seorangpun..... Karena Kong Hu Cu sendiri juga mengatakan dirinyapun masih belum mencapai titik tersebut. Seperti diketahui bahwa Kong Hu Cu menilai dirinya sendiri, seperti yang dikatakan sebagai berikut: “Andaikata dikatakan saya dijuluki seorang Nabi dan seorang Bajik, saya tidak berani menerimanya. “若圣与仁 ; 则吾岂敢《论语:述而》(ruo sheng yu ren, ze wu qi gan)”.   Jadi gurunya saja masih belum mencapai titik tersebut, bagaimana mungkin murid bisa mencapai titik tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa beliau adalah tokoh langka, tapi beliau sangat merendah dan rendah hati tidak mau mengakui dirinya agung. Pernah beliau berkata: “Dalam bekerja saya belum pernah mau merasa bosan dan bermalas-malasan, saya senang dan gemar bekerja, dan dalam mengajar serta mendidik murid juga tidak merasa capai, jadi pada pokoknya saya hanya memiliki sifat demikian saja, tidak lebih….” ( 若圣与仁   则吾岂敢   抑为之不厌   诲人不倦   则可谓云尔已矣《论语 述而》ruo sheng yu ren, ze wu qi gan, yi wei zhi bu yan, hui ren bu juan, ze ke wei yun er yi yi).

Kemudian ada yang yang berpendapat, apakah mungkin seorang yang seagung Kong Hu Cu hanya berprinsip pada dua dasar sifat yang demikian? Namun perlu direnungkan bahwa untuk memiliki dua sifat ini tidak mudah seperti yang kita bayangkan.  Maka begitu Kong Hu Cu berkata demikian, maka Gonxihua langsung menyeletuk berkata: “Memang sifat guru yang bekerja tanpa mengenal pamrih dan lelah, dan mengajar tanpa merasa lelah ini, para murid sungguh-sungguh tidak bisa mengikutinya....” (公西华曰   正唯弟子不能学也 《论语  述而》gong xi hua yue: zhen wei di zi bu neng xue ye.)

Diatas telah membicarakan tentang Zi Lu, Ran You, Gongxihua, tapi bagaimana dengan Zheng Zhe曾哲, dan mengapa Kong Hu Cu mengatakan bahwa beliau sependapat dengan anak ini(吾与点也wu yu dian ye ), dan menikmati pendapatnya?   Lalu apa yang membuat pola pikiran Zheng Zhe曾哲 bisa dinikmati, dan mengapa Kong Hu Cu bisa senang dengan pemikiran Zheng Zhe? Para sejarahwan masih belum mendapatkan bahan untuk ini.

Tapi beberapa cendikiawan dapat mengira-ngira dan mengambil kesimpulan, berdasarkan kepada yang dikemukakan olehnya: “Dalam musim semi yang cerah dan sejuk, berpesiar, berpinik dipadang rerumputan,  ke tepian sungai, bernyanyi-nyanyi serta mandi di sungai, kemudian pulang sambil berdendang.... betapa bahagianya hidup ini ......  jadi kesimpulannya adalah “ Bahagia (乐le)”. Dan Zheng Zhe曾哲 rupanya telah mencapai titik yang demikian. Karena “Bahagia” adalah suatu titik kulminasi yang penting. Karena inti ajaran Kong Hu Cu adalah mencapai titik tertinggi sebagai manusia yaitu Kebajikan/Benevolent ( Ren仁), dan titik tertinggi dalam belajar dan menuntut ilmu adalah Bahagia.

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kalimat pertama dalam Analek “Belajar sepanjang masa berdisplin dengan waktu, merasa selalu bahagia...” “学而时习之   不亦乐乎 xue er shi xi zhi  ,  bu yi le hu “.   Jadi belajar dan menuntut ilmu adalah masa yang paling bahagia, dan beliau mengatakan : “Memahami ilmu dan berpengetahuan, akan lebih baik jika bisa menyenangi ilmu dan pengetahuan, menyenangi ilmu dan pengetahuan, akan lebih baik lagi jika dalam menuntut keilmuan, bisa merasakan kebahagiaan..(知之者不如好之者   好知者不如乐之者  《论语  雍也》zhi zhi zhe bu ru hao zhi zhe,  hao zhi zhe bu ru le zhi zhe)”.

Ini pendapat yang cemerlang jika dibandingkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa “menuntut ilmu bak mengarungi jeram” ( 学海无涯苦作舟xue hai wu ya ku cuo zhou). Menurut Kong Hu Cu menuntut ilmu adalah suatu hal yang menyenangkan, kenapa harus merasa susah. Lihat saja kelas yang diadakan Kong Hu Cu sangat menyenangkan, disertai alunan musik, berpinik, bertamasyah sambil berdiskusi, mengapa harus merasa susah dan menderita. Memang demikian sebagai pendidik harusnya menciptakan suasana yang menyenangkan, bagi seorang penuntut ilmu harus dengan suatu prinsip mencari kebenaran dan belajar kejujuran untuk merasakan suatu kesenangan.

Menurut Kong Hu Cu titik tertinggi dalam belajar adalah bahagia, diantara murid-murid Kong Hu Cu yang paling menikmati belajar, dan yang dianggap telah mencapai tingkat tertinggi adalah Yan Hui 顏回.

Dia paling sering mendapat pujian dari Kong Hu Cu, nama kecilnya Zi Yuan子渊 juga bisa dipanggil Yan Yan 顏渊. Dia ini murid tersayang dari Kong Hu Cu, ini telah menjadi rahasia umum dikalangan murid-muridnya dan bagi yang mempelajari sejarah Konfusianisme. Tapi kenapa bisa demikian? Alasannya banyak, dia gemar belajar, cakap menangkap semua pelajaran yang diberikan gurunya, sangat fleksibel dan komprehensif dalam belajar, diajari satu maka dia sanggup menguraikannya menjadi sepuluh. Hanya sayang murid ini mati muda, dan semeninggal dia, Kong Hu Cu belum mendapatkan murid yang se-ideal dia. Tidak hanya gemar belajar, sifatnya baik, santun, rajin, ringan tangan (suka membantu), dan yang paling penting lagi adalah dalam belajar dia selalu merasa bahagia.

Pernah Kong Hu Cu memuji bahwa dia itu benar-benar istimewa, cara makannya sangat sederhana, cukup dengan satu lauk, minum dengan segayung air. Pagi-pagi sudah cepat-cepat mengikuti pelajaran, siang hari waktu makan juga sangat sederhana, habis makan, minum air tawar, langsung mengikuti kelas lagi, mondok di gang yang sangat sederhana di daerah rakyat miskin, dimana semua orang sulit membayangkan bagaimana dia bisa hidup di daerah demikian, benar-benar terlihat sangat sengsara, tapi dia tetap optimis dan bahagia.... (贤哉  回也     亦单食  一瓢饮  在陋巷  人不堪其优  回也不改其乐  贤哉  回也   《论语  雍也》xian zai, hui ye, yi dan shi , yi piao yin , zai lou xiang, ren bu kan qi you, hui ye bu gai qi le, xian zai, hui ye .  

Tapi apakah Yuan Hui merasa bahagia dengan keadaan hidup yang sederhana dan miskin ini? Sebenarnya bukan demikian, melainkan dia merasa bahagia dengan belajar Dao/tao 道 yang dapat diartikan ‘kebajikan’, dan dia dalam menuntut ilmu tidak perduli hidup di tempat demikian, dimanapun dia tinggal akan merasa bahagia selama dia bisa berkesempatan untuk belajar dan menuntut ilmu. Maka kebahagiaan Yuan Hui adalah demi menuntut ilmu, belajar kebenaran, kebajikan, meningkatkan moralitas bagi dirinya adalah suatu kebahagiaan yang tiada tandingnya. Inilah titik optimum dan tertinggi bagi dirinya.

Yuan Hui menjadi bahan pembanding dan tauladan untuk murid-murid lainnya, dan Kong Hu Cu selalu memujinya dihadapan murid-murid lain. Tabiat Yuan Hui dijadikan panutan bagi murid-murid yang lain. Seperti yang pernah diceritakan di tulisan depan dimana, Zi Gong yang  sering mengadu kepandainya dengan orang lain, maka ketika Kong Hu Cu menanyakan bagaimana jika dia dibandingkan dengan Yuan Hui, maka Zi Gong langsung mengakui kalah. Demikianlah Kong Hu Cu sering menjadikan Yuan Hui sebagai pembading dan simbol panutan bagi murid yang lainnya.

Melihat cerita diatas, kenapa Kong Hu Cu menjadikan Yuan Hui sebagai panutan, tapi bukan Ran You dan Zi Gong, dua murid ini selama Pengembaraan gurunya hingga kembali lagi ke negera Lu,  mereka yang mendukung penuh. Zi Gong terpandai dalam mencari uang dan kaya, mendukung banyak pembiayaan Kong Hu Cu selama pengembaraannya.

Ketika keadaannya tidak menguntungkan, Ran You-lah yang mengatur Kong Hu Cu untuk kembali pulang ke Negeranya (Lu). Ran You adalah seorang ahli strategi, berhasil mempengaruhi Penguasa Lu untuk mengundang kembali Kong Hu Cu.
Tetapi kenapa beliau selalu mau semua muridnya  belajar dari Yuan Hui, tidak kepada Ran You dan Zi Gong. Zi Gong ahli cari uang dan menjadi pejabat seperti Ran You. Sehingga ada beberapa murid yang merasa kurang bisa menerima keadaan ini dan merasa iri.

Zi Gong masih bisa tidak berkomentar, tapi Zi Lu sifatnya polos dan terus terang. Pernah suatu ketika saat Kong Hu Cu, Yuan Hui, Zi Lu berkumpul.  Kong Hu Cu berujar kepada Yuan Hui: “Apabila ada orang yang mau memperkerjakan kita untuk jadi abdi negara, maka kita akan pergi untuk bekerja pada mereka. Tapi jika sampai tidak ada yang akan memperkerjakan kita, kita akan pergi bertapa.” 用之则行  舍之则藏  为我与尔  有是乎  《论语  述而》( yong zhi ze hang, she zhi yu er, wei wo yu er, you zhi hu)”  

Ini dikemukan kepada Yan Hui, karena dia yang dianggap satu-satu murid yang mau melakukan hal ini.   Zi Lu mendengar ini lalu bertanya : “ Guru, jika guru harus memimpin pasukan untuk berangkat perang, guru akan membawa siapa?”(子行三军   则谁与  《论语  述而》zi hang san jun, ze shui yu). 

Seperti diketahui Zi Lu adalah pemberani, ahli perang, seorang pendekar, dan Yuan Hui tidak, dia hanya seorang kutu buku, Zi Lu pikir dengan pertanyaan ini, ingin tahu gurunya akan menjawab apa?   Kong Hu Cu menjawab: “ Memang saya tahu ada semacam orang, dengan tangan kosong berani melawan macan, meskipun kedua kakinya buntung, tapi tetap berani menyeberangi sungai, matipun dia tidak perduli dan tidak pernah merasa menyesal, orang demikian saya tidak akan membawanya.”  Kita tahu siapa yang dimaksud, tidak lain adalah Zi Lu.

Dari pembicaraan ini kita dapat melihat betapa jenakanya percakapan tersebut, tidak terlihat layaknya seorang Nabi berbincang dengan pengikutnya, melainkan seperti anak kecil sedang berdebat.

Tapi justru banyak cendikiawan yang membaca Analek justru senang dengan percakapan yang demikian. Dan banyak cendikiawan lebih menyenangi tokoh Zi Lu dan Zi Gong, karena yang satu ini pemberani dan satu lagi banyak akal dan strategis, jadi mereka mempunyai karakter. Mereka setelah membaca Analek dan meneliti, melihat karakter Yuan Hui terlalu sempurna, sehingga rasanya tidak mungkin untuk bisa kita panuti.

Walaupun Kong Hu Cu selalu menonjolkan Yuan Hui, tapi beliau juga sangat menyenangi Zi Lu, beliau juga banyak memuji Zi Lu. Pernah beliau berkata : “ Mesipun dia memakai mantel lama, dan disebelahnya ada yang berpakaian mantel kulit mewah, hanya Zi Lu yang merasa tidak malu atau merasa rendah diri” beliau memujinya. Selanjutnya beliau berkata lagi: “Walaupun melihat orang lain lebih unggul dari dirinya, tapi dia belum pernah merasa iri. Walaupun dirinya lebih miskin dari orang lain, tapi dia tidak menjilat dan sirik. Ini adalah sifat baik darinya.”

Inilah salah satu cara Kong Hu Cu mendidik muridnya, dengan peristiwa sehari-hari dijadikan bahan pelajaran. Kepada murid lain menggunakan cara lain untuk mendidiknya, beliau benar-benar memahami sifat dari setiap muridnya, karena beliau tahu sifat dan tabiat seseorang akan menentukan nasibnya kelak. Jika ada sifat dan tabiat yang tidak baik, maka perlu diperbaiki.

Seperti di tulisan terdahulu dimana Zi Gong memang pandai, tapi sering sok pintar dan mengadu kepandaiannya dengan orang lain. Maka Kong Hu Cu sengaja mengatakan bahwa dia belum pandai, tidak pandai, jika dibandingkan dengan yang lain bahkan terlihat bodoh.

Juga seperti Zi Lu yang pemberani, jadi perlu dididik agar tidak menjadi brakajul atau menjadi preman, atau jadi avontir yang tidak pada tempatnya, dan bebal, jadi Kong Hu Cu harus sering memarahi. Jika tidak, akan berbahaya bagi dirinya dan orang lain.

Bahkan Kong Hu Cu pernah berkata : “Seperti Zi Lu ini bisa-bisa matinya akan tidak enak (若由也  不得其死然ruo you ye, bu de qi si ran)”. Ini diucapkan saat berdiskusi dengan empat orang muridnya, salah satunya bernama Da Xiao Zi 大孝子, Zi Lu , Ran You, Zi Gong  Masing-masing dari mereka memiliki sifatnya sendiri.

Da Xiao Zi orangnya serius, sering terlihat bertunduk-tundak hormat, tapi Ran You dan Zi Gong sok pinter, karena menganggap yang dua lainnya lebih muda, bicara sambil tertawa-tawa. Zi Lu terlihat kaku tegap, dan sombong. Kong Hu Cu melihat ini jadi tertawa, sambil berkata :“Lihat Zong You ( Zi Lu) ini, jika demikian terus dia ini bisa mati tidak enak.” Beliau berkata demikian sebenarnya hanya bercanda, tapi siapa dinyana, perkataan ini menjadi kenyataan dikemudian hari...... (子路  行行如也  冉有 子贡  侃侃如也  子乐   若由也  不得其死然《论语  先进》Zi lu  hang hang ru ye   ran you   zi gong    kan kan ru ye    zi le   ruo you ye   bu de qi si ran)

Pada tahun 480SM ,di Negera Wei terjadi kekalutan, Zi Lu tewas dalam peperangan tersebut. Saat di medan pertempuran ada seorang pasukan yang berhasil memutuskan tali pengikat mahkota atau topi perangnya, kala itu ada semboyan, seorang bijak  jika mati tidak akan tanpa topi atau mahkota perangnya (君子死   冠不免 jun zi si  guan bu mian), maka ketika dia coba mengikat lagi tali topinya, pasukan pemberontak mencingcangnya. Dia tewas dimedan perang tersebut dengan gagah berani........  

Sebenarnya banyak dari murid-murid Kong Hu Cu yang bekerja sebagai abdi negara di Negeri Wei ini. Ketika mendengar bahwa Negera Wei kalut, Kong Hu Cu dengan menarik nafas panjang berkata : “Gao Chai kembali pulang, tapi Zhong You justru meninggal “ (柴也其来  由也死矣  《史记  中尼弟子列传》chai ye qi lai   you ye si yi).  Memang Guao Chai adalah salah satu murid dari Kong Hu Cu yang juga bekerja di Negara Wei, orang ini bertubuh pendek, raut muka jelek dan tidak pandai, sedang Zi Lu gagah berani. Tapi akhirnya Guo Chai kembali pulang kembali kepada Kong Hu Cu, tapi Zi Lu tewas. Kong Hu Cu sangat sedih sekali, saat itu beliau sudah berusia 72 tahun, setahun kemudian Kong Hu Cu juga meninggal.......

Namun bagaimanakah keadaan Kong Hu Cu saat-saat menjelang ajalnya, sebelum beliau meninggal, akan dibahas dalam tulisan berikut.

( Bersambung ....... )

Sumber : Media TV dan Tulisan Luar Negeri & Literatur
-          先秦诸子百家争鸣:  易中天 CCTV
-          经典阅读文库 ---- 论语       李薇/主编
-          经典阅读文库 ---- 道德经       李薇/主编
-          中国古典名著精品 ---- 菜根谭      洪应明   著
-          Internet : http://friesian.com/confuci.htm  : Confucius
-          孔子  -----   維基百科,自由的百科全書 Internet
-          网址:http://www.popyard.org
-          中国人生叢书    -----   墨子的人生哲学        杨帆/主编    陈伟/著
-          Internet : http://baike.baidu.com
-          The Sayings of Mensius / 英译孟子      史俊赵校编
-          南华经    庄子   周苏平    高彦平   注译    安徽人民出版社
-          庄子   逍遥的自由人     林川耀 译编  出版者 :常春树书坊
-          http://www.sxgov.cn/bwzt/wmsxx2/lf/447465_1.shtml   春秋五霸之---晋文公
-          “When China Rules The World -  The rise of middle kingdom and the end of the western world”  by Martin Jacques ALLEN LANE an imprint of Penguin Book, First Published 2009