Tuesday, 7 June 2016

Kong Hu Cu – Kongfusianisme – Pendukung dan Pengeritik Zaman Pra-Dinasti Qin 551 – 221 SM
Jilid I
( 3 )

Kong Hu Cu

Kong Hu Cu  dan Jabatan Negara

Telah uraikan keinginan Kong Hu Cu untuk menjadi pejabat negara, tapi bagaimanakah sikap Kong Hu Cu terhadap Jabatan Negara ini ? Mampukah beliau mengemban sebagai abdi negara? Bagaimanakah persiapan beliau untuk menjadi abdi negara ?   Kong Hu Cu masuk dalam kancah politik sebagai pejabat atau abdi negara telah mempersiapkan dirinya sendiri dengan “Tiga Persiapan dan Satu Pemahaman” sebagai berikut :
  • Ada Persiapan               有准备(you zuen bei)
  • Ada Akal                         有想法(you xiang fa)
  • Ada Strategi                    有策略(you ze lie)
  • Memahami Politik          懂政治(dong zhen zhe)

Ada Persiapan.

Bukti ini dapat dibaca dalam Analek, dimana banyak pertanyaan tentang masalah politik yang diajukan kepada Kong Hu Cu. Misalnya bagaimana untuk melaksanakan politik, dan beliau bisa menjawabnya dengan baik dan lancar, dan pertanyaan yang diajukan oleh orang yang berbeda akan dijawab dengan uraian yang berbeda juga. Ini menunjukan bahwa beliau memang memahami dan siap berpolitik, dimana beliau akan siap untuk menjabat sebagai abdi negara pada saat kesempatan yang pertama.

Ada Akal

Setelah memperoleh jabatan apa saja yang harus dilakukan, bagimana harus melaksanakan pekerjaan politiknya. Seperti diketahui beliau ingin menjadi pejabat karena ingin melaksanakan idee-ideenya. Berkaitan dengan hal ini ada dialogue antara beliau dengan murid kesayangannya Zi Lu yang berlangsung sengit, yang terjadi di Negeri Wei, dimana ada seorang majikan yang bernama Wei Chu Gong.  

Wei Chu Gong卫出公 sedianya ingin mengundang Kong Hu Cu untuk suatu jabatan nagara, ini seharusnya menjadi kesempatan yang diidamkan.
Mendengar berita ini Zi Lu langsung menemui Kong Hu Cu dan berkata: “Guru, ada informasi bahwa raja Wei sedang menunggu guru untuk suatu jabatan, dimana diharapkan guru dapat melaksanakan cita-cita politik guru. Mohon tanya apa yang paling pertama akan guru lakukan?”. 
Kong Hu Cu menjawab: “ Yang pertama akan saya lakukan adalah menata hiriarki tata kemasyarakatan.” (必也正名乎 bi ye zheng ming hu).  

Memang demikian sikap Zi Lu ini walaupun dia sangat setia dan patuh kepada gurunya, tapi tabiatnya sangat kasar dan lurus, apa yang ingin ditanyakan langsung ditanyakan tanpa sungkan, bahkan kadang kala nadanya agak kasar kepada gurunya. Lebih lanjut Zi Lu bertanya : “ Apa betul guru mempunyai pikiran demikian ? Apakah ini tidak menunjukan bahwa guru suka pamer akan kepandaian guru. (有是哉   子之迂也   系其正 you shi zai, zi zhi yu ye, xi qi zheng)”   

Ditanya sedemikian kasar, Kong Hu Cu dongkol juga, dan memarahi muridnya : “Zhong You 仲由( nama Zi Lu, guru memanggil murid dengan namanya ) Kamu benar-benar kasar! (野哉由也 ye cai you ye《论语  子路》) seorang bijak menghadapi sesuatu persoalan yang dirinya masih belum mengerti haruslah berusaha tetap diam. Kamu tidak tahu apa yang kamu katakan! Apakah kamu kira saya ini pamer keilmuan dan kepandaian saya? Saya beritahu kamu, mengapa harus menata hiarki masyarakat (正名zheng ming), karena tanpa tantanan masyarakat yang tertata baik,  maka tidak mungkin kita dapat mengatur negara dengan adil dan merata.”
(Apa yang dimaksud hiarki masyarakat,( 君君臣臣父父子子jun jun chen chen fu fu zi zi) tidak lain adalah seorang raja haruslah berlaku layaknya seorang raja, seorang pejabat haruslah berlaku layaknya seorang pejabat, seorang ayah haruslah berlaku layaknya seorang ayah, seorang anak haruslah berlaku layaknya seorang anak. Jadi setiap hiarki masyarakat harus tahu tanggung jawabnya dan kewajibannya masing-asing. Semua strata masyarakat harus melakukan sesuai dengan statusnya masing-masing, barulah dapat tercipta dunia yang damai. Jika hiraki demikian tidak tercipta, maka bicara apapun tidak akan lancar, tanpa dapat mengekspresikan apa yang hendak kita bicarakan, apakah mungkin kita dapat melaksanakan idee kita,  lalu apa yang hendak kita lakukan? Jika tidak dapat melaksanakan apa yang hendak kita lakukan apa mungkin kita dapat menciptakan kesejahteraan? Jika kesejahteraan tidak dapat terciptakan apakah mungkin kita dapat menciptakan keadilan dalam masyarakat, apa mungkin kita dapat menciptakan dan melaksanakan hukum yang adil dan merata. Jika semua kebijaksanaan dan hukum tidak sesuai dengan keadilan terhadap rakyatnya, apa mungkin dapat diciptakan suatu kesejahteraan? )
名不正   则言不顺   言不顺   则事不成     (ming bu zheng, ze yan bu shuen, ze shi bu chen) 事不成   则礼乐不兴   礼乐不兴    (shi bu chen, ze li le bu xin, li le bu xin)  则邢罚不中    则民无错手足  (ze xin fa bu zhong, ze ming wu juo shao zhu)《论语   子路》

Dalam pembicaraan diatas Kong Hu Cu memarahi muridnya Zi Lu dengan keras, karena beliau menghendaki seorang bijak jika mengahadapi persoalan yang dirinya masih belum betul-betul memahami harus berdiam diri dulu, dan merenungi persoalannya dulu sebelum berkomentar.  Pembicaraan ini terjadi saat Kong Hu Cu berumur 64 tahun dan Zi Lu umur 55 tahun, dalam hal ini dapat dibayangkan bagaimana seorang guru memarahi muridnya yang sama-sama dalam umur lanjut. Tapi selaku murid, Zi Lu tetap respek dan menghormati gurunya, hal ini sungguh-sungguh luar biasa,  ini patut kita teladani.

Kembali pada persoalan diatas dimana Raja Wei mengundang Kong Hu Cu untuk suatu jabatan negara, akhirnya memang Kong Hu Cu datang memenuhi undangannya, dinegara ini beliau mengabdi selama 4 tahun. Tapi apakah beliau berhasil melaksanakan ideenya ? Tidak jelas. 

Namun yang diketahui adalah setelah 4 tahun mengabdi dinegeri ini, beliau tanpa berkata sepatah katapun lansung meninggalkan negeri ini dan bahkan bersungut-sungut pergi tanpa menoleh, meninggalkan istana dan kantornya, menaiki keretanya keluar dari negeri ini. Saat meninggalkan kantornya beliau berkata : “Burung dapat memilih pohon untuk hinggap, tapi apakah pohon bisa memilih burung untuk dihinggapi? “ . Artinya saya bisa memilih negara, jika tidak cocok maka saya bisa pindah ke negara lain.  

Tapi muridnya Zi Lu rupanya tetap tinggal di negara ini, dan mungkin juga pulang pergi dari Negeri Wei dan Negeri Lu, namun nasibnya sungguh tragis tewas di Negeri Wei. Cerita ini akan dibahas kemudian.   Inilah yang menunjukkan bahwa beliau dalam berpolitik mempunyai “Akal” ( Ada Akal 有想法) 

Namun walaupun Kong Hu Cu ada persiapan dan ada akal dalam berpolitik, tapi apakah beliau juga mempunyai strategi? Jelas ada. Menurut Kong Hu Cu dalam berpolitik tidak hanya harus punya persiapan dan akal, tapi harus punya strategi juga. Beliau memang ingin menjadi pejabat negara, namun harus berprinsip. Tapi hanya jabatan yang beliau inginkan, namun nyawa dirinya perlu juga dijaga. Prinsip harus dipertahankan, tapi pisik tidak boleh dirugikan, berkaitan dengan ini beliau mempunyai pendirian : “ Negara yang membahayakan janganlah kita masuki, negara yang kacau janganlah kita tempati “ 危邦不入   乱邦不居《论语   泰伯》(wei bang bu ru, luan bang bu ji).

Negeri Wei kala itu sedang kacau, Kong Hu Cu melihat ini, maka beliau langsung meninggalkannya. Sedang Zi Lu yang tinggal disana akhirnya berkorban. Kekacauan Negeri Wei tidak mungkin dapat diatasi oleh seorang Kong Hu Cu, dan juga bukan Kong Hu Cu yang dapat menentukannya. Suatu sistim perpolitikan yang sudah tidak beres apa yang dapat diperbuatnya. Maka beliau juga pernah berkata : Suatu negara jika politiknya bersih dan jelas sistimnya, dan damai situasinya, maka kita harus berbicara lurus, perbuatan juga harus lurus. Tapi jika sistim dan suasana politiknya gelap dan kacau, maka perbuatan dan perilaku kita harus tetap lurus, namun dalam berbicara harus lebih berhati-hati, jaga kehalusan tutur kata kita, tidak boleh semaunya berkomentar dan berbicara. (邦有道    危言危行   邦无道    危行言孙  《论语   宪问》bang you dao, wei yan wee xing, bang wu dao, wei xing yan sun).

Tapi sebagai orang bijak haruslah tetap berkata jujur dan berjiwa besar melaksanakan apa yang telah kita ucapkan. Dalam situasi yang demikian jika kita salah berbicara, maka kita akan menjadi korban dari intrik-intrik, jika ini terjadi benar-benar konyol. Perbuatan-buatan yang tidak menyenangkan pihak lain janganlah dilakukan, kata-kata yang kiranya dapat menimbulkan masalah, baiknya jangan diucapkan.   Maka perlu dicamkan bahwa omongan seseorang harus diucapkan sesuai dengan kebenaran, tapi pada kondisi dan situasi dimana akan membahayakan nyawa dan keselamatan kita, maka tidak wajib bagi kita untuk  mengucapkan semua kebenaran apa adanya.    Inilah mengapa Kong Hu Cu meninggalkan Negeri Wei yang kacau tempat beliau mengabdi, karena beliau mempunyai “Strategi”.

Beliau juga pernah bercerita tentang seorang yang bernama Ning Wu Zi(宁武子ning wu zi), dia adalah salah satu penggede di Negeri Wei, orang ini pada saat situasi dan kondisi negerinya aman dan tertib, dia terlihat sangat pandai dan cekatan. Tapi saat situasi dan kondisi negaranya menjadi kacau dan kalut, dia terlihat sangat bodoh ( pura-pura bodoh ).  ( 宁武子   邦有道则知   邦无道则愚   其知可及也   其愚不可及也   《论语   公冶长》 ding wu zi, bang you dao zezhe, bang wu daoze yi, qi zhi ke ji ye, qi yi bu ke ji ye).     Kong Hu Cu lebih lanjut menceritakan bahwa kepandaian Ning patut kita tiru. Tapi janganlah menjadi bodoh benaran, tapi tidak apalah berpura-pura jadi bodoh pada situasi dan kondisi seperti diatas agar tidak membahayakan keselamatan dirinya.

Pada masa itu hiarki pemerintahan kerajaan di Tiongkok pada umumnya terbagi sebagai berikut :  Suatu Negara mempunyai Raja国君guo jun, dibawah Raja ada Dafu大夫, jadi Dafu ini adalah Pejabat Raja disebut 臣Chen-nya Raja.  Dafu大夫 ini memiliki bidang tanah, wilayahnya ini disebut Jia家. Dalam Jia ini juga ada臣Chen-nya Dafu yang disebut家臣Jia Chen.
国君guo jun-(大夫dafu)- 诸侯zhu hou-(大夫dafu)- 家臣 Jia Chen
·   Raja 国君( bawahan raja disebut臣/Tafu大夫 )
·   Dafu 大夫Tafu pejabat atau bawahan raja yang mempunyai wilayah = 家jia=   bawahannya disebut家臣 Jia Chen) 
  • Penguasa Daerah/Zhu Huo诸侯 mempunyai wilayah(bawahan Zhu Huo juga disebut Tafu大夫 )
  • 家臣 Jia Chen bawahan Dafu 大夫
Jadi Dafu大夫adalah bawahan Zhu Hou诸侯, Jia Chen家臣 adalah bawahan Dafu大夫.

Kong Hu Cu pernah bercerita, ada seorang bernama Yang Huo 阳货(家臣jia chen), dia ini bawahan Chi Sun Tafu dengan kata lain Jia Chen-nya Chi Sun (季孙氏大夫的家臣ji sun shi ta fu de jia chen ), Yang Huo ini sangat lihai dan licik, dia bisa mengorbitkan majikannya hingga dapat meng-kontrol raja, dan dia sendiri memegang peran dalam permerintahan negara. Dapat dikatakan rajanya sudah ter- kudeta, sehingga Yang Huo ini yang memegang tapuk pemerintahan di Negeri Lu.   Kong Hu Cu melihat ini sangat tidak senang, dimana Tafu menguasai Raja saja sudah menyalahi tata hiarki yang menjadi idaman Kong Hu Cu, apalagi yang menguasai pemerintahan ini adalah seorang bawahan Tafu, benar-benar membuat Kong Hu Cu tidak senang. Maka Kong Hu Cu sama sekali tidak mau bekerjasama dengan mereka, meskipun dia sangat menginginkan Kong Hu Cu mau bekerja untuk mereka. Mungkin mereka ini ingin meningkatkan kepopuleran mereka melalui Kong Hu Cu.

Yang Huo ini mengundang Kong Hu Cu untuk datang, tapi Kong Hu Cu tidak mau datang. Maka Yang Huo mencari akal dengan mengirim hadiah anak babi rebus seekor. Seperti diketahui kala itu jika ada orang yang mengundang seseorang dengan disertai hadiah demikian, maka yang diundang jika tidak datang akan aib namanya dimata masyarakat, akan menjadi guncingan. Karena mempunyai arti pengundang ini sudah menunjukan hormat yang sangat tinggi kepada yang diundang, tapi diabaikan.  Dengan undangan ini, maka wajib bagi Kong Hu Cu untuk datang menghadap, jika tidak berarti tidak membalas kehormatan yang diberikan pengundangnya. Maka beliau sengaja mengujungi Yang Huo saat mendengar bahwa dia tidak ada ditempat tinggalnya. Tapi apa mau dikata, saat diperjalanan menuju ke rumah Yang Huo, jutru bertemu dia diperjalanan, dalam situasi demikian beliau tidak dapat menghindar, berdua mereka bertemu muka.   Dengan angkuhnya Yang Huo memanggil Kong Hu Cu dengan nada kasar : “Hai! Kamu sini, saya akan bicara denganmu ( 来予与尔言lai yi yu er yan) Saya tanya kamu, jika kamu mengerti tapi pura-pura tidak mengerti, apakah itu dapat dikatakan bijak? ( 怀其宝而迷其邦  可谓仁乎huai qi bao er mi qi bang, ke wei ren hu)”.   Kong Hu Cu diam tidak menjawab. Lalu Yang Huo menjawab sendiri dengan nada keras: “ Tidak bisa! “ , lalu diteruskan : “ kamu ini katanya ingin menjadi pejabat, tapi melepaskan kesempatan yang ada, apakah dapat dikata itu pintar? (好从事而亟失时可谓知乎hao zhong shi er ji she shi ke we zhe hu)” Kong Hu Cu tetap diam, lalu dijawab sendiri “ Tidak bisa!”  lalu diteruskan lagi “ Hari terus berjalan, umur tidak akan menganpuni kamu ( maksudnya kamu akan hilang kesempatan menjadi pejabat karena menampik, karena umur akan makin menua  (日月逝矣  水不我与rei yue zhe yi, sui bu wo y)” Kini Kong Hu Cu terpaksa menjawab : “ Baiklah....saya akan menjabat  (诺  吾将仕矣” nao, wu jiang shi yi)”.   Tapi apakah Kong Hu Cu benar menjabat? Kenyataannya tidak. Beliau hanya menjabat dinegeri Lu ini setelah Yang Huo meninggalkan negeri  ini.

Dari kisah diatas ini dapat dilihat memang Kong Hu Cu dalam berpolitik beliau mempunyai prinsip : Ada Persiapan ; Ada Akal ; Ada Strategi. Kini coba lihat apa bukti beliau juga mengerti akan politik .

Selain Zi Lu seperti yang telah disebutkan terdahulu, Kong Hu Cu punya murid yang bernama Ran You 冉有bermarga Ran Qiu 冉求 nama You有, umur 29 tahun lebih muda dari beliau, dia menjabat sebagai Patih/Direktur dari Ji Kang Zi (季康子的宰ji kang zi de zai) seperti telah dijelaskan diatas bahwa Dafu adalah seorang pejabat yang mempunyai wilayah. untuk mengurus wilayahnya diperlukan seseorang direktur untuk mengurusnya. Ran You adalah direktur dari Ji Kang Zi, sedang Zi Lu juga bekerja untuk keluarga Ji Kang Zi ini.

Dimuka telah disebutkan bahwa Ji Kang Zi ini adalah Dafu yang mempunyai wilayah yang cukup besar, sehingga kekuasaannya melebihi dari kekuasaan Majikannya. Sehingga terjadi perselisihan atau konflik kepentingan dengan Majikannya(Zu Hou). Maka terjadilah persaingan yang sangat membahayakan, karena masing-masing coba memperbesar pengaruhnya. Antara Zhu Hou(诸侯)/Penguasa Daerah sebagai majikan dan Dafu bawahannya. Dan Ji Kang Zi sangat menyadari bahwa Majikannya pasti akan coba melawan dia. Untuk ini Majikannya membuat persiapan, dengan membuat daerah bafer antara wilayahnya dengan wilayah Ji, maksudnya untuk menjadikan daerah ini netral/bebas, agar tidak bisa diserang.

Seperti biasa, murid-murid Kong Hu Cu walaupun telah menjadi pejabat tinggi disuatu negera, tapi tetap saja melapor kepada gurunya diluar jam kerja,  bahkan meminta saran dan pendapat dari gurunya. Demikian juga Ran You dan Zi Lu, mereka meminta pendapat gurunya bahwa mereka mengatakan akan membantu majikannya untuk menyerang wilayah bafer tersebut. Namun dimarahi oleh Kong Hu Cu bahwa ini berarti telah melanggar tatakrama, dan melanggar tantanan kemasyarakatan yang di-idamkannya.

Dengan memarahi mereka, seharus mereka sudah tahu menurut aturan daerah bafer tidak boleh diserang. Kong Hu Cu mengatakan bahwa daerah bafer adalah daerah untuk melindungi keamanan Negeri Lu, megnapa harus diserang(何以伐为 《论语  季氏》he yi fa wei). Lebih lanjut beliau marah dengan mengatakan bahwa mereka harus bicara dengan jujur dan terus terang. Akhirnya mereka menjawab bahwa yang mau menyerang adalah majikannya bukan mereka. Tapi mereka berdua tidak setuju.   

Kong Hu Cu mengatakan : “Apa kerja kalian? Menbantu majikan? Majikan kalian akan menimbulkan masalah besar, tapi kalian tidak coba tampil untuk mengatasi masalah yang sebenarnya, melakukan apa yang harus kalian lakukan ?”  

Ran You berkata : “Terus terang saja, daerah bafer ini sangat dekat dengan wilayah majikan kami. Daerah bafer kini berkembang makin kuat, jika tidak diambil sekarang, mungkin akan tidak menguntungkan bagi anak keturunan majikan kita”.  Kong Hu Cu mengatakan : “You(有), kamu tahu. Bagi seorang bijak yang paling menyakitkan adalah tidak bicara jujur. Ini jelas ada udang dibalik batu, rupanya kamu coba mencari alasan lain. Sungguh memalukan! Kalian mengatakan bahwa majikan kalian menghadapi ancaman. Baiklah saya kasih tahu apa ancaman majikan kalian. Ancaman majikan kalian yang sebenarnya bukan pada daerah bafer, tapi justru khawatir diserang oleh Zhu Hou-nya.” Maka beliau mengatakan satu kalimat yang sangat terkenal :  Ancaman Ji Kang bukan pada daerah bafer, tapi yang ditakutkan Ji Kang adalah serangan Majikannya. (吾恐季孙之优    不在颛臾   而在萧墙之内也   《论语  季氏》wu gong ji sun zhi you, bu zai duan jiu, er zai shiao zhiang zhi nei ye)   (Disini 颛臾 = daerah penyekat antar perbatasan wilayah negera pada zaman itu. Sedang 萧墙 = sekat yang ditempatkan pada gerbang / pintu rumah. Yang dapat mengesankan kewibawaan.) 

Kong Hu Cu mengatakan : “ Untuk mengatur suatu negara, terlebih dulu harus jelas ancaman negara yang sebenarnya itu apa? Suatu negara yang ditakutkan bukan karena negara ini miskin, tapi yang paling ditakutkan adalah tidak ada memerataan, alias tidak ada keadilan. Yang ditakutkan bukan kemiskinan tapi pembagian tidak merata. Yang ditakutkan bukan karena rakyatnya sedikit, tapi  adalah kehidupan sosialnya tidak tentram dan aman. Jika keamanan kondusif, kehidupan sosialnya tentram, rakyat hidup damai, pembagian merata dan adil. Tidak ada yang harus ditakutkan. Kalian seharusnya membantu majikan kalian untuk menciptakan keadaan demikian!!!!” (不患寡   而患不均   不患不安  《论语  季氏》bu huan gua, er huan bu jing, bu huan bu an). Bukannya harus menyerang bafer dan mendudukinya, Untuk apa kalian mengurus urusan orang lain, yang penting atasi dan selesaikan kerjaan kalian, dengan memperbaiki keadaan.”

Dalam konteks tersebut yang dimaksud dengan pemerataan, bukanlah semua sama rata. Tapi pemerataan sesuai dengan porsinya masing-masing, karena Kong Hu Cu menganut sistim strata dalam masyarakat. Seperti yang telah dikemukakan dimuka.(君君臣臣父父子子tidak lain adalah seorang raja haruslah berlaku layaknya seorang raja, seorang pejabat haruslah berlaku layaknya seorang pejabat, seorang ayah haruslah berlaku layaknya seorang ayah, seorang anak haruslah berlaku layaknya seorang anak. Jadi setiap hiarki masyarakat harus tahu tanggung jawab dan kewajibannya masing-masing.)  

Porsi yang diperoleh sesuai dengan stratanya, bukan sama rasa sama rata. Inilah yang dimaksud keadilan dalam pemerataan ajaran Kong Hu Cu.    Sedang sama rasa dan sama rata adalah ajaran Mo Zi. 墨子. Jadi pemerataan yang dimaksud oleh Kong Hu Cu tidak bisa disamakan dengan pemerataan ala Mo Zi.   Dari kisah diatas ini, dapat dilihat bahwa memang Kong Hu Cu benar-benar ‘Mengerti Masalah Politik’     Memahami Politik 懂政治.

Kong Hu Cu pernah menjadi pejabat di tiga Negera, Lu鲁; Wei卫; Chen陈, di Negera Wei dan Chen pernah masing-masing menjadi pejabat satu kali, tapi dinegara Wei pernah menjabat dua kali, dibawah raja Wei Lin Gong卫灵公dan raja Wei Chu Gong卫出公, dinegara Wei menjabat selama tujuh tahun. Total ditiga negera ini telah menjadi pejabat selama 14 tahun.

Kong Hu Cu hidup kira-kira 73 atau 74 tahun, selama hidupnya telah diundang oleh 10 negara untuk menjadi pejabat, tapi hanya menjadi pejabat di 3 negara saja. Selebihnya pengembara ke negara-negara untuk mencari jabatan negera yang cocok, atau sedikitnya dapat memberi pengaruhi kepada raja-raja, atau pejabat negera yang bersangkutan atas gagasan-gagasan politiknya. Namun kenyataannya selama itu tidak berkecocokan, dan dengan kecewa meninggalkan negeri yang bersangkutan.   

Dengan kekecewaan-kekecewaan yang selalu dialami ini, membuat Zi Lu dan Kong Hu Cu kadang menjadi marah-marah. Pernah sekali mereka terombang ambing dan terjepit diantara negera Chen陈dan Cai蔡, sehingga kehabisan ransum, sehingga bersama murid-muridnya harus makan bubur sayur-sayuran liar dengan tanpa sebutir beraspun. Semua orang sangat kelaparan dan Zi Lu menjadi marah-marah dan berkata : “Apakah seorang bijak dan intelektual harus tidak punya jalan keluar demikian? (君子亦有穷乎 《论语 卫灵公》jiong zi zhee you jiong hu)”   (穷= jalan buntu) .

Kong Hu Cu menjawab : “ Memang seorang bijak/intelektual bisa saja tidak mempunyai jalan keluar (君子固穷jun zi gu jiong), “orang kecilan” juga bisa tidak punya jalan keluar juga (小人穷斯滥矣xiao ren jiong shi lan yi),”orang kecilan” jika tidak ada jalan keluar akan marah-marah, tapi seorang bijak harus menunjukkan jiwa besar. Orang bijak harus berjalan dijalan besar,  tidak dengan marah-marah melainkan akan tetap tenang dan wajar.” 

Berkata demikian bermaksud memarahi Zi Lu. Tetapi Kong hu Cu juga dalam keadaan tertekan, dalam keadaan demikian ini beliau pernah berkata: “ Jika memang tidak ada jalan keluar, ya kita belayar keseberang lautan jauh saja.....(道不行  乘桴于海  从我者  其由与 《论语  公冶长》dao bu xing, cheng fu yi hai, zhong wo zhee, qi you yu) ”.

Mendengar ini Zi Lu senang sekali, dan berujar bahwa jika murid-muird yang tiga ribu atau yang 72 orang murid terpandai tidak ada yang dibawa, maka bawalah saja saya.   (由也好勇过我   无所取材 《论语  公冶长》you ye hao yong guo wo, wu shuo qi zhai) Zong You/Zi Lu memang seorang pemberani, kemana saja gurunya pergi pastilah akan ikut, namun dia berkata bahwa bahan untuk bikin dayung tidak ada..  Namun sebenarnya Kong Hu Cu tidak benar-benar akan ke seberang lautan, beliau mengucapkan hal ini karena sangat tertekan dengan keadaannya saat itu.

Dalam keadaan terjepit demikian, bagaimana Kong Hu Cu menghadapi masalah tersebut ? 

Ikuti tulisan berikutnya.

( Bersambung ....... )

Sumber : Media TV dan Tulisan Luar Negeri & Literatur
-          先秦诸子百家争鸣:  易中天 CCTV
-          经典阅读文库 ---- 论语       李薇/主编
-          经典阅读文库 ---- 道德经       李薇/主编
-          中国古典名著精品 ---- 菜根谭      洪应明   著
-          Internet : http://friesian.com/confuci.htm  : Confucius
-          孔子  -----   維基百科,自由的百科全書 Internet
-          网址:http://www.popyard.org
-          中国人生叢书    -----   墨子的人生哲学        杨帆/主编    陈伟/著
-          Internet : http://baike.baidu.com
-          The Sayings of Mensius / 英译孟子      史俊赵校编
-          南华经    庄子   周苏平    高彦平   注译    安徽人民出版社
-          庄子   逍遥的自由人     林川耀 译编  出版者 :常春树书坊
-          http://www.sxgov.cn/bwzt/wmsxx2/lf/447465_1.shtml   春秋五霸之---晋文公
-          “When China Rules The World -  The rise of middle kingdom and the end of the western world”  by Martin Jacques ALLEN LANE an imprint of Penguin Book, First Published 2009


Kong Hu Cu – Kongfusianisme – Pendukung dan Pengeritik Zaman Pra-Dinasti Qin 551 – 221 SM
Jilid I
( 2 )


Patung Kong Hu Cu

Kong Hu Cu Dan Abdi Negara

Seperti yang telah diuraikan dalam tulisan terdahulu, bahwa Ajaran Kong Hu Cu harus ditrapkan dalam kehidupan baru teruji kebenarannya dan ke-efektifannya. Tapi apakah sosok Kong Hu Cu sendiri berkeinginan untuk menjadi Abdi Negara atau Pejabat Negara? Jawabannya Ya. Beliau sangat berkeinginan menjadi Pejabat Negara agar dapat membukti kebenaran akan ajarannya dalam kehidupan.

Semboyan beliau yang terkenal : “Belajar memupuk ilmu dan membina akhlak untuk menjadi abdi negara, abdi negara harus tetap belajar memupuk ilmu dan membina akhlak”. (仕而忧则学 , 学而优则仕 shi er you ze xue, xue er you ze shi). Untuk semboyan ini banyak ditafsirkan macam-macam oleh para cendikiawan, tapi yang paling umum dan dianggap lebih mencerminkan artian yang sebenarnya adalah : “Belajar untuk meningkatkan kemampuan diri dan pengetahuan serta meningkatkan akhlak diri sendiri untuk menjadi Abdi /Pejabat Negara. Namun sebagai Pejabat/Abdi Negara ada sempat harus tetap belajar memupuk ilmu dan tetap meningkatkan ahklak yang baik dan benar.”   Semboyan ini telah menjadi suatu pegangan oleh kaum terpelajar/scholar atau cendikiawan di Tiongkok kuno, belajar menjadi pandai untuk menjadi “Abdi Negara”, sehingga menjadi suatu solusi persoalan mereka dari mana datangnya penghasilan mereka, dan kemana mereka harus menuju.

Namun mengapa Kong Hu Cu menyarankan memupuk ilmu untuk menjadi abdi negara? Dan beliau sendiri apakah juga berkeinginan untuk menjadi Abdi/Pejabat Negara? Dan beliau melalui jalan bagaimana untuk menjadi abdi Negara? Kemudian menjadi abdi negara apa tujuannya? Keinginan Kong Hu Cu untuk menjadi Abdi Negara kiranya dapat dilihat dari cuplikan dialogue antara beliau dengan muridnya antara lain Zi Gong子贡, seperti yang telah dilukiskan dalam Bab terdahulu bahwa Zi Gong adalah salah satu murid Kong Hu Cu yang terpandai dan terkaya. Namun sangat urakan dan juga disayangi oleh sang guru. Pernah suatu ketika dia berdialogue dengan gurunya :

Zi Gong bertanya kepada Kong Hu Cu : “Guru, andaikata saya memiliki batu giok cantik, apakah harus saya simpan atau saya jual saja? “ pertanyaan ini diajukan oleh Zi Gong karena seperti kita ketahui bahwa dia adalah seorang pedagang, dan terkaya diantara murid-murid Kong Hu Cu, jadi tidak heran jika pertanyaaannya juga menjurus kehal-hal yang bertalian dengan dagang. Tapi perlu diketahui juga dalam tanya jawab antara murid-murid dan Kong Hu Cu yang tercatat dalam Analeks, selalu mempunyai arti kiasan yang mengadung makna lebih luas.

Pernah juga Zi Gong bertanya : “Miskin namun tidak kere, kaya namun tidak sombong, bagaimana?” (贫而无谄   富而无骄pin er wu can, fu er wu jiao). Arti dari pertanyaan ini adalah seorang walaupun sangat miskin, tapi jangan inferioriti atau merasa rendah diri, lebih-lebih jangan berusaha untuk menjilat-jilat orang kaya. Sebaliknya walaupun kaya tetapi jangan sombong dan meremehkan orang miskin. Dalam artian sekarang yang miskin tidak perlu minder dan tidak rendah diri, tapi yang kaya tidak sombong dan omong besar serta pamer kekayaan.

Kong Hu Cu menjawab; “Bagus-bagus” tapi beliau menambahkan “walaupun miskin tapi harus tetap optimistis dan lapang hati, dan tidak sedih, walaupun menjadi kaya tapi tetap rendah hati tidak sombong serta sopan. (未若贫而乐   富而好礼者也wei ruo pin er le, fu er hao li zhe ye《论语 :学而》)”. Pernyataan ini akan lebih setingkat lebih tinggi dari pernyataan muridnya. Walaupun miskin tapi tetap berhati senang dan tidak sedih, walaupun dirinya kaya tapi tetap bersikap sopan.   Zi Gong bertanya lagi:” Dalam Buku tentang Puisi (Shi Jing 詩经) ada dikatakan : Kita harus seperti memperlakukan gading yang harus diolah dan digosok terus menerus agar licin dan mengkilap, atau seperti batu pualam yang perlu diukir dan digosok terus menerus agar menjadi mengkilap dan menjadi barang berharga.(“诗云” 如切如磋  如琢如磨   其斯之为与 shi yun: ru jie ru cuo, ru zhu ru mo, qi si zhi wei yu 《论语 :学而》.   Artinya kita harus memperlakukan diri kita seperti memperlakukan gading dan batu pualam diukir dan digosok hingga mengkilap.  Dengan kata lain kita harus mengolah diri kita sendiri menjadi lebih pandai agar lebih berharga dalam masyarakat.  Maka kaitannya dengan(贫而无谄   富而无骄pin er wu can, fu er wu jiao), Miskin namun tidak kere, kaya namun tidak sombong, mempunyai arti hindarilah perbuatan-perbuatan yang tidak patut. Suatu yang dianggap tidak patut janganlah dilakukan, dan kita harus melakukan apa yang patut dilakukan, untuk menghindari melakukan sesuatu yang tidak patut dilakukan. (而贫而乐   富而好礼 er pin er le, fu er hao li).   Mendengar pernyataan muridnya ini, Kong Hu Cu sangat senang dan memuji Zi Gong bahwa dia benar-benar pandai.

Maka untuk menjawab pertanyaan muridnya, apakah jika dia mempunyai batu giok cantik harus disimpan atau dijual. Perumpamaan “batu giok” disini adalah seorang terpelajar, cendikiawan, seorang berbakat, orang pandai, atau orang bijak, apakah harus menjadi petapa mengasingkan diri, atau menjadi Pejabat/abdi Negara?  Jawaban Kong Hu Chu ; ”Jual! Jual! Justru saya menunggu harga tinggi untuk dijual”( 沽之哉  沽之哉   吾待贾者也 gu zhi zai, gu zhi zhai, wu dai jia zhe ye ).

Dalam pengertian ini memang Kong Hu Cu menghendaki seorang terpelajar/cendikiawan untuk menjadi abdi negara. Pribahasa Tiongkok yang mengatakan “ Pedang pusaka menambah kehebatan sang pendekar, barang dijual kepada orang yang mengerti barang.” ( 宝刀赠烈士,货卖与识家 bao dao zeng lie si, hao mai yu shi jia). Maka bagi Kong Hu Cu mengerti akan barang dan harga tinggi adalah sangat penting. Tapi pada prinsipnya Kong Hu Cu setuju harus dijual dengan harga tinggi kepada pihak yang mengerti barang.

Dari tanya jawab diatas dapat dilihat bahwa Kong Hu Cu sangat mendambakan menjadi Abdi/Pejabat Negara. Tapi ada juga komentar dari salah satu muridnya yang menyatakan tidak setuju, muridnya ini adalah Zi Lu子路,nama sebenarnya Zong Yu仲由, umurnya 9 tahun lebih muda dari Konghuchu, dia yang pertama menjadi murid Kong Hu Cu, tokoh ini paling banyak disebut-sebut dalam Analek. Murid terpenting diantara murid-murid yang lain, sebagai sesepuh murid, namun yang paling sering dimarahi gurunya. Diantara murid-murid Kong Hu Cu ada tiga yang sering dimarahi yang berkatian dengan sifat-sifatnya.

Zi Lu sering dimarahi karena sifatnya kasar, tidak sabaran, nekat, nyalinya besar, berani mati, dijuluki seperti banteng kedaton yang pantang mundur dan menyerah, tapi orangnya lurus, terus terang, , dia seorang pendekar. Hubungannya dengan Kong Hu Cu sangat dekat, walaupun paling sering dimarahi tapi tetap setia, bahkan kesetiaannya melabihi yang lain.   Zi Lu tidak senang dan tidak setuju gurunya menjadi pejabat negara pada kesempatan tersebut, karena yang mengundang Kong Hu Cu untuk menjadi abdi negara, negara yang pemimpinnya adalah pembuat makar, untuk ukuran sekarang adalah pemerintah daerah yang berhianat terhadap negaranya.

Selama hidupnya Kong Hu Cu berkesempatan menjadi Pejabatan Negara sebanyak dua kali. Ini terjadi pada tahun 501SM dan tahun 490SM. Pada tahun 501SM saat di negeri Lu terjadi kekalutan politik, dimana pelaksanaan eksekutif negara ini dikuasai oleh Dafu (大夫=Pengurus Rumah Tangga Zhuhou) penguasa bawahan Penguasa Daerah (诸侯zhu hou)*1, sehingga terjadi ketidak puasan dari penguasa-penguasa daerah lainnya. Keadaan politik cukup kalut dan kacau. Kala itu pusat pemerintahan Negeri Lu berada didaerah  San Tung sekarang, dimana Penguasa  Daerah (诸侯zhu hou) juga terjadi ketidak puasan akan pemerintahan pusat, maka untuk mengatasi keadaan ini adalah sangat sulit. Penguasa itu mendengar bahwa Kong Hu Cu ahli dalam mengatasi kesulitan negara, maka dia mengundangnya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.
( *1 诸侯zhuhou= pangeran / keturunan raja yang diberi wilayah tertentu, sehingga menjadi penguasa daerah tersebut. ; 大夫= pengurus rumah tangga pangeran.)

Pada tahun 490SM juga terjadi makar di negeri Jin晋, dimana banyak Penguasa Daerah coba memberontak terhadap “Pemerintahan Pusat”, salah satu dari Penguasa Daerah untuk memperkuat kekuatan daerahnya mengundang Kong Hu Cu untuk membantu mengatasi masalah “negerinya/daerahnya”. Ini adalah dua kesempatan bagi beliau untuk menjadi Pejabat Negara. Tapi kedua penguasa ini adalah pemberontak yang berusaha untuk makar terhadap Pemerintahan Pusat.

Zi Lu mendengar ini merasa tidak senang atas undangan ini, dengan terus terang dia mengatakan secara langsung, apakah guru memang ingin pergi?(子欲往zi yu wang).  Untuk undangan yang pertama dia mengatakan : “Zi Lu tidak mau mengatakan apa-apa.” Tapi tetap menggerutu dan berkata :  “Jika memang tidak ada kesempatan untuk menjadi Pejabat Negara, ya tidak perlu harus menjadi pejabat negara. Untuk apa guru harus pergi menjadi abdi negaranya dinegeri si pemakar ini.......” 子路不说  曰   昔未之也已   何必公山氏之志也《论语  阳货》(zi lu bu shuo, yue , xi wei zhi ye yu, he bi gong san shi zhi zhe ye)

Untuk undangan kedua dia bahkan lebih keras lagi berkata : “Dulu murid pernah mendengar guru mengajarkan kepada kita, bahwa jika ada seseorang atau penguasa yang makar, kita kaum terpelajar tidak akan kesana. Dan mereka ini jelas adalah kaum pemberontak dan guru mau kesana, bagaimana penjelasan guru? Mohon penjelasan... (如之何ru zhi he) konteks ini bisa dibaca dalam Analeks : (子路曰   者由也闻诸夫子曰《论语 阳货》zi lu yue, zhe you ye wen zhu fu zi yue)

Sebenarnya Kong Hu Cu memang tidak ingin pergi, hanya mencoba menguji Zi Lu. Selain itu Kong Hu Cu memang tidak ingin pergi, tapi karena kelembutan hatinya, beliau tidak bisa terus terang menolaknya, jadi secara halus mengelak, agar tidak menyinggung perasaan pengundangnya.

Kong Hu Cu mengetahui bahwa pengundang ini memang bukan orang baik, tetapi pihak yang dilawan ini juga bukan orang baik pula. Dengan kata lain bajingan kecil melawan bajingan besar. Jika Kong Hu Cu mendukung bajingan kecil untuk mengalahkan bajingan besar, apakah ini bukan berarti kejahatan dilawan dengan kejahatan atau racun dilawan racun.  Beliau menyadari hal ini, selain itu beliau juga mempunyai alasan lain.

Walaupun beliau sangat mendesak ingin menjadi pejabat negara, dan kedua penguasa negeri Lu dan Jin mengudangnya untuk memberi jabatan di negerinya, tapi bagaimanakah sikap beliau yang sesungguhnya atas undangan ini, banyak sejarahwan yang tidak mengetahuinya. Banyak sekali para sejarahwan membuat tafsirannya masing-masing. Kita tidak tahu apa kemauan beliau sebenarnya dibelakang alasannya. Tapi dari jawabannya bisa ditafsirkan sebagai berikut : Untuk undangan pertama beliau menjawab : “Mereka mendesak mengundang saya, apakah mereka tidak dengan perhitungan? Maka kita harus juga tidak akan pergi begitu saja, kita harus bicarakan dulu kondisinya, harganya.. Saya akan bicarakan prasyaratnya dulu, maksudnya kalian akan memakai tenaga saya, tapi dengan syarat kalian harus melaksanakan gagasan-gagasan politik saya. Jika mereka setuju persyaratan tersebut, barulah saya akan pergi, dengan demikian saya akan melaksanakan gagasan-gagasan politik saya. ( 子曰  夫招我者而岂徒哉《论语  阳货》zi yue, fu chao wo zhe er qi du zai).   Lebih lanjut dia ada mengatakan : Jika ada pihak yang memakai tenaga saya untuk mengatasi masalah politik, maka saya akan merubah tempat tersebut menjadi seperti Negeri Zhuo Timur东周. ( Pada masa itu negeri ini keadaannya tentram sejahtera).
(子曰  夫招我者而岂徒哉    如有用我者     吾其为东周乎《论语  阳货》zi yue, fu chao wo zhe er qi du zai, wu qi wei dong hu).

Model Zhuo Timur(东周) adalah salah satu rencana politik Kong Hu Cu dalam mengatasi permasalahan sosial politik pada masa itu. Pada masa krisis kala itu Kong Hu Cu pernah berkeinginan kembali ke Negeri Zhou Timur, meskipun sebenarnya beliau lebih berkeinginan untuk kembali pada keadaan Zhou Barat. Namun beliau sangat menyadari keadaan sudah tidak mungkin kembali lagi menuju keadaan seperti Zhou Barat, maka walau kembali seperti Zhou Timur masih bolehlah. Tapi karena semua gagasan-gagasannya tidak ada yang mau terima, maka beliau berkeinginan untuk pergi kesuatu tempat atau daerah otonomi melaksanakan sendiri gagasan-gagasan sosial politiknya.  Inilah alasan pertama mangapa Kong Hu Cu berkeinginan untuk menjadi pejabat atau abdi negara.

Sedang Zi Lu menegur gurunya karena dia pernah mendengar gurunya mengajarkan menentang kaum terpelajar untuk mengabdi kepada penguasa lalim dan tidak baik, dan sekarang mengapa sekarang guru mau bekerja untuk mereka? Jika benar-benar hal ini terjadi, maka omongan gurunya tidak bisa dipercaya dan tidak etik. Kata-katanya tidak sesuai dengan perbuatannya, dengan kata lain tidak konsekwen. Ketika ditanya demikian Kong Hu Cu menjawab: “Ya, ya betul saya pernah mengatakan kata-kata demikian. Tetapi perlu diketahui suatu benda yang benar-benar solid dan keras, walaupun digosok bagimanapun tidak akan menjadi licin dan berubah. Suatu yang benar-benar putih tidak akan berubah warna, dan menjadi hitam.”  Maksudnya walaupun si pengundang itu adalah orang jahat, apakah kita orang baik-baik harus berubah menjadi jahat seperti mereka. Jika benar-benar orang baik, harusnya tidak mungkin bisa berubah menjadi orang jahat. (子曰   然   有是言焉   不曰堅乎 磨而不磷   不曰白乎  涅而不缁 《论语  阳货》zi yue, ran , you shi yan yan, bu yue jian hu, mo er bu ling, bu yue bei hu, nie er bu nao). 

Lebih lanjut Kong Hu Cu mengatakan bahwa saya ini bukan seperti Labu pahit (胡芦瓜hu lu gua), hanya bagus dipandang tapi tidak bisa dimakan (系而不食xi er bu shi). Yang berarti bahwa saya ini berguna, saya tidak bisa berdiam diri hanya memandangnya, saya harus mempraktekan idee saya, ajaran saya hanya dengan dipraktekan barulah bisa terlihat nilainya, dengan di-implemntasikan barulah bisa dilihat dan dibuktikan bahwa ajaran saya apakah benar dan tepat guna, jika tidak menjadi pejabat negara mana mungkin....   Inilah alasan bagi Kong Hu Cu mengapa beliau merasa sangat mendesak berkeinginan untuk menjadi Pejabat/Abdi Negera.

Alasan Kong Hu Cu mengapa mendesak ingin menjadi Pejabat Negara ada tiga alasan :
  • Mempraktekkan gagasan politiknya.  (实施政治蓝图she shi cheng zhe lan du)
  • Mempraktekan usulan-usulan akan ilmunya.  (实践学术主张 she qian xue sh chu chang) 
  • Menunjukan harga dirinya.   (实现人生价值she qien ren sheng jia zhe)
Seperti diketahui bahwa Kong Hu Cu adalah seorang ahli dan bijak pada zamannya ( 士人  君子shi ren jun zi), pada zaman Tiongkok kala itu golongan ini sangat menekankan akan harga diri. Karena mempunyai harga diri maka dia harus melaksanakan ilmunya. Implementasinya dengan 2 cara :
  1. Menjadi Pejabat Negara atau
  2. Menjadi Intelektual dengan bercipta karya.
Maka yang paling ideal adalah menjadi Penjabat Negara sambil bercipta karya. Yang dikenal dengan semboyan beliau (仕而忧则学  学而优则仕shi er you ze xue, xue er you ze shi) yang mempunyai arti kurang lebih “ Belajar memupuk ilmu dan membina ahklak untuk menjadi abdi negara, abdi negara harus tetap belajar memumpuk ilmu dan membina ahklak “ . Arti yang lebih luas adalah saya belajar untuk bercipta karya, karena saya mampu maka saya akan menjadi Pejabat/Abdi Negara, tapi saat ada kesempatan ketika menjabat suatu jabatan negera saya akan tetap memupuk ilmu untuk bercipta karya.

Disini beliau menempatkan kata pejabat(仕shi) mendahului kata belajar(学xue). Sehingga dapat diartikan sebagai berikut :
  • Menjadi pejabat negera adalah tujuan bagi kaum intelektual.
  • Sebagai pejabat negara adalah pekerjaan yang paling tepat bagi kaum intelektual士人(shi ren).
  • Penghasilan dari pekerjaan sebagai pejabat negera adalah penghasilan halal bagi kaum intelektual士人(shi ren).
( Shi 士 = Professional Freelancer, akan dibahas dalam Jilid yang akan datang, dalam kontek ini kami sebut intelektual ).

Kaum intelektual adalah juga manusia, dimana perlu punya penghasilan untuk hidup seperti orang-orang lainnya, hanya kaum ini tidak bisa bekerja seperti petani, buruh, pekerjaaan yang paling tepat adalah sebagai abdi negara untuk mendapatkan nafkah.
Kong Hu Cu mempunyai seorang murid bernama Fan Xi樊须suatu ketika mencari gurunya, dan bertanya : “Guru saya ingin belajar untuk bercocok tanam.” Dijawab oleh Kong Hu Cu : “ Saya tidak bisa, saya bukan petani “.  Fan Xi berkata lagi : “ Kalau begitu saya akan belajar menanam sayur saja “  Dijawab lagi oleh Kong Hu Cu : “ Saya juga tidak bisa, saya bukan petani sayur. “ Maka keluarlah si Huan Xi ini, tapi begitu keluar ruangan Kong Hu Cu ngedumel : “ Benar-benar orang kecilan si Huan Xi  ini!(小人哉  樊须也xiao ren cai, fan xi ye). Mengapa dia mau belajar bertani, pekerajaan ini bukan pekerjaan seorang bijak(君子jun zi), seorang bijak menuntut ilmu, untuk apa? ya untuk menjadi abdi negara.

Ada yang mengatakan bahwa Kong Hu Cu masa kecilnya juga pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang “rendahan” juga, mengapa kini beliau menentang muridnya melakukan pekerjaan demikian. Sedang beliau juga berpendapat bahwa beliau mengapa bisa berpengetahuan luas dan banyak kebisaan karena masa kecil susah dan banyak melakukan pekerjaan rendahan serupa. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena orang hidup harus berkembang sesuai dengan masanya (此一时也  彼一时也ci yi shi ye, bi yi shi ye), Kong Hu Cu pada masa kecil karena miskin harus mengerjakan pekerjaan “rendahan” untuk menyambung hidup. 

Tapi sekarang statusnya sudah berubah, dia sudah menjadi seorang bijak(君子jun zi), orang bijak dan intelektual kerjanya adalah bercipta karya dan tidak mencari makan dengan bekerja secara pisik, ( 君子谋道不谋食  谋心不谋生jun zi mo dao bu mo she, mo xin bu mo sheng). Bagaimanapun tidak bisa seperti dulu lagi, harus menjajahkan buah atau makanan dipasar dan dijalanan. Maka tiada lain adalah menjadi abdi negara untuk mendapatkan penghasilan yang halal. Beliau pernah juga mengatakan janganlah terbelengu dengan masa dulumu, biarlah yang lalu berlalu, tapaklah hari depan.... (即往不咎  不要纠缠过去ji wang bu ji, bu yao qiu zhan guo qi).  

Masa depan kaum intelektual adalah menjadi abdi negara. 
Dari pandangan Kong Hu Cu diatas ini dapat dilihat bahwa gagasan beliau untuk mengajurkan kaum intelektual menjadi abdi negera, telah menyelesaikan suatu persoalan pokok bagi kaum ini untuk mendapatkan penghasilan secara halal dan sesuai dengan profesinya kala itu.  

Sehingga ada istilah bagi orang Tionghoa, “ kemana kau menuju, dari sanalah kau dapatkan uangnya” (人往哪里去  钱从哪里来 ren wang na li qi, qian zhong na lilai), maksudnya kemana kau menuju tiada  lain adalah dunia politik, dari mana datangnya penghasilan adalah dari gaji sebagai abdi negara.   

Maka tidak heran mengapa beliau sangat proaktif untuk ingin menjadi Abdi Negara/Pejabat Negara. Beliau pernah berkata jika ada pihak yang akan memakai tenaga saya, maka saya akan menjamin dalam setahun akan terlihat hasilnya, dalam tiga tahun sudah pasti akan berhasil.  (子曰   苟有用我者    期月而已可也    三年有成  《论语   子路》 zi yue, xin you yong wo zhe, qi yue er yu ke ye, san nien you chen).    

Ini adalah salah satu iklan untuk dirinya untuk menjadi abdi negara, disamping itu juga mendorong dan memperkenalkan murid-muridnya untuk menjadi abdi negara. Meskipun Kong Hu Cu sangat ingin menjadi abdi negara, tapi beliau tidak mabok untuk berkeinginan menjadi pejabat negara dan berpolitik dengan membabi buta. 

Beliau melaksanakan keinginannya dengan suatu prinsip dan perhitungan matang, beliau tidak akan menjadi abdi negara dengan jabatan apa saja,  tapi sangat  selektif dan penuh perhitungan.

Apakah prinsip Kong Hu Cu untuk menjadi Abdi Negara? Adalah jika negara itu mempunyai kondisi etika perpolitikan yang baik dan berhukum, mempunyai sistim berpolitik yang baik. (天下有道tian xia you dao) . Dikondisi negara yang demikian beliau barulah mau menjadi penjabat/abdi negara ini, dan mempromosikan dan mendorong murid-muridnya untuk menjadi abdi negara di negara tersebut.   

Pada negara yang demikianlah kaum intelektual harus tampil untuk menjadi abdi negara dan menyumbangkan ilmunya, tenaganya,  jika kondisinya sebaliknya lebih baik menghindar dan menjadi petapa saja.   

Beliau mengatakan : Jika seorang intelektual hidup dinegara yang bersistem politik baik, kondisi politik baik, dan tidak menyumbangkan kemampuannya, serta menjadi miskin adalah sangat memalukan. Tapi jika hidup dinegeri dimana keadaanya kacau, tidak ada keadilan dan kaum intelektual tertekan, tetapi kamu menjadi pejabat negara, serta menjadi kaya, maka benar-benar sangat memalukan.  (天下有道则见   无道则隐   邦有道    贫且贱焉  耻也   邦无道   富且贵焉   耻也《论语  泰伯》tian xia you dao zhe qian, wu dao zhe yin, bang you dao pin jie qian yan , zhe ye, bang wu dao fu jie kue yan zhe ye). 

Kong Hu Cu ingin menjadi Pejabat dan Abdi Negara dengan berprinsip, bahwa boleh menjadi pejabat dan menjadi kaya, tetapi haruslah dengan cara yang halal, tidak dengan korupsi atau dengan menyalah gunakan wewenang dan melacurkan jabatannya.
Maka dua prinsip dasar dari Kong Hu Cu untuk menjadi Pejabat Negara adalah :
  • Sistim politik yang baik ( Kondisi berkeadilan sosial ) (天下有道tian xia you dao)
  • Diperoleh atau didapatkan dengan halal.  (取之有道qi zhi you dao)
Beliau memang berkeinginan menjadi pejabat tapi tidak dengan berkolusi dengan pejabat, apa lagi dengan merengek-rengek dan menjilat pejabat untuk mendapatkan jabatan.  Jika memang ingin jabatan maka harus dengan cara yang terhormat dan elegan, anda mengundang maka saya akan menerimanya. 

Beliau berkata: “Menjadi kaya dan berpangkat tinggi adalah idaman semua orang, tapi jika didapat dengan cara yang tidak halal, kita kaum intelektual dan orang bijak harus menolak, lebih baik  menjadi miskin saja. Memang miskin dan hidup susah, bukan idaman dan yang diinginkan semua orang, tapi jika harus hidup susah dan miskin harus bisa menerimanya, tidak harus dengan cara busuk dan jahat untuk merubah keadaan menjadi kaya. Saya lebih memilih hidup susah dan miskin daripada untuk berbuat busuk dan jahat untuk menjadi kaya dan berpangkat.
(富与贵   是人之所欲也   不以其道得之   不处也fu yu gue, shi ren zhi shuo yi ye, bu chu ye)   
(贫与贱    是人之所恶也   不其道得之  不去也  《论语  里仁》ping yu qian, shi ren zhi shuo erk ye, bu qi dao de zhi, bu qi ye).

Ada moto terkenal dikalangan Tionghoa yang diajarkan Kong Hu Cu : Semua orang ingin menjadi kaya, tapi harus didapat dengan cara halal.    (君子爱财    取之有道 jun zi ai cai, qi zhi you dao)  Inilah salah satu ajaran Kong Hu Cu yang abadi, ajaran ini tidak lengkang ribuan tahun, hingga kini masih dianggap suatu etika yang harus dianut oleh kaum budiman dunia sepanjang masa.

Diatas telah diuraikan bagaimana Kong Hu Cu sangat berkeinginan untuk menjadi Pejabat Negara, walaupun beliau berintelektual tinggi, jujur dan terkenal pada zamannya, namun kenyataannya untuk menjadi abdi dan pejabat negara tidak mudah serta tidak licin jalannya bagi beliau, mengapa ?

Untuk halangan-halangan  dan kesulitan-kesulitan ini akan kami uraikan pada tulisan yang berikut.
( Bersambung ........ )

Sumber : Media TV dan Tulisan Luar Negeri & Literatur
-          先秦诸子百家争鸣:  易中天 CCTV
-          经典阅读文库 ---- 论语       李薇/主编
-          经典阅读文库 ---- 道德经       李薇/主编
-          中国古典名著精品 ---- 菜根谭      洪应明   著
-          Internet : http://friesian.com/confuci.htm  : Confucius
-          孔子  -----   維基百科,自由的百科全書 Internet
-          网址:http://www.popyard.org
-          中国人生叢书    -----   墨子的人生哲学        杨帆/主编    陈伟/著
-          Internet : http://baike.baidu.com
-          The Sayings of Mensius / 英译孟子      史俊赵校编
-          南华经    庄子   周苏平    高彦平   注译    安徽人民出版社
-          庄子   逍遥的自由人     林川耀 译编  出版者 :常春树书坊
-          http://www.sxgov.cn/bwzt/wmsxx2/lf/447465_1.shtml   春秋五霸之---晋文公
“When China Rules The World -  The rise of middle kingdom and the end of the western world”  by Martin Jacques ALLEN LANE an imprint of Penguin Book, First Published 2009